[#91 Book Review] Kohesi

35939520Judul : Kohesi

Penulis : Pia Devina

Penyunting : Risma Megawati

ISBN : 9786024285784

Tahun Terbit : September 2017

Penerbit : Koloni

Halaman : 232


Sinopsis :
-Rindai-
Ikatan itu tiba-tiba muncul. Melilit seperti ular yang datang tanpa kuharap. Bolehkah aku minta untuk bisa melepaskan diri saja? Lagipula, selama ini aku menyukai kehidupanku—kesendirianku.
-Rio-
Katanya, dia adikku. Walaupun tak setetes pun darah yang mengalir di tubuh kami berasal dari sumber yang sama. Aku tidak diberi kesempatan untuk menyatakan pendapatku, tapi yang pasti, aku tahu apa yang kuinginkan untuk menyambut kedatangannya.
-Drew-
Gadis itu aneh. Tidak kalah aneh dari Rio, temanku sendiri. Menjaga jarak dari gadis itu mestinya jadi pilihan terbaik. Hidupku santai, tak perlu memusingkan gadis itu—oh, dan juga keluarganya. Sialnya, gadis itu malah seperti magnet. Aku tak bisa menyuruh diriku sendiri untuk menjauh darinya.
Dalam satu hari, kehidupan Rindai berubah drastis. Ayah yang dikenalnya sebagai orangtua satu-satunya yang dia miliki, pergi untuk selamanya. Di saat yang sama, muncul seorang wanita yang mengaku sebagai ibu kandungnya. Wanita itu membawa Rindai masuk ke dalam keluarganya. Rindai tak punya pilihan untuk mengelak, sampai kemudian satu per satu fakta tentang keluarga barunya mulai terkuak. Sanggupkah Rindai terus bertahan dalam kotak kaca yang kini mengungkungnya?

Review :

Tidak masuk akal, kan? Anak perempuan yang kaku dan tidak suka bersosialisasi sepertiku bisa punya seorang ibu kandung seperti wanita itu. (hal. 8)

Sebelum Bapak meninggal, beliau berkata pada Rindai kalau nanti akan ada yang datang. Memang benar, wanita itu datang di hari kematian Bapak. Namanya Iriana Larasati, dan dia mengaku sebagai ibu kandung Rindai. Tentu saja Rindai masih belum mempercayainya. Toh, selama ini Bapak selalu mengatakan ibunya sudah meninggal dan wanita tersebut–kalau memang benar ibunya–tidak pernah mencarinya dan Bapak.

Tapi Rindai sudah tidak punya siapa-siapa lagi karena keluarga satu-satunya hanyalah Bapak. Dan kini Bapak sudah tidak ada. Maka Rindai pun pindah ke rumah Iriana. Di sana dia bertemu Toni, suami Iriana, dan Rio, anak tiri Iriana.

Semula Rindai mengira kalau keluarga ini baik-baik saja, tapi Rio ditemukan terkapar di lemari dan Iriana yang terlihat berbeda dari sebelumnya, tatapan matanya mengatakan demikian. Apa yang terjadi di keluarga tersebut? Bisakah Rindai bertahan dalam badai di sana?

Ada yang salah di sini. Kedatanganku ke keluarga ini sepertinya bukan hal yang benar. (hal. 16)

^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

🌸 Tokoh.

Rindai. Sudah terlalu nyaman dengan kesendirian dan tidak pandai (atau mungkin tidak mau) bersosialisasi. Satu-satunya orang yang dekat dengannya hanyalah Bapak, tapi Bapak sudah pergi. Dan dia tidak terlalu mudah menerima keluarga barunya, apalagi kalau ternyata ia tidak diinginkan oleh salah satu diantaranya.

Rio. Saudara tiri Rindai, tidak punya hubungan darah sama sekali dengan Rindai. Sangat menyukai Star Wars. Di satu sisi Rindai merasa kalau Rio orang yang aneh, di sisi lain ternyata Rio menyeramkan.

Drew. Mengaku sebagai teman Rio dan nyatanya memang teman sekolah Rio. Sempat dikira hantu oleh Rindai. Dan Drew menjadi tempat berlarinya ketika suasana di rumah barunya mulai mengerikan.

🌸 Ulasan

Okey, karena buku ini mengusung tema mental illness maka aku tertarik untuk membaca, dan tidak menyesal. Mungkin sedikit kesal saja. Penuh dengan misteri, jadi pembaca dibuat untuk terus penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi pada keluarga baru Iriana. Benar-benar membuatku penasaran. Dan sangat perlahan dikupas satu-satu rahasia di rumah tersebut.

Adegan-adegan yang bikin ngilu cukup banyak tapi tidak sampai parah seperti di film-film kok.

Ah, ya mungkin karena Rindai sudah terlalu nyaman dengan kesendiriannya dia jadi agak acuh (?) dengan keluarga barunya. Perlu mendapatkan dorongan dulu baru tergugah untuk mencari tahu. Jujur saja, Rindai tidak bisa membuatku bersimpati dan berpikiran sama dengannya. Dan awalnya aku suka Drew, karena dia di awal diceritakan sebagai teman Rio, yang otomatis sedikit banyak tahu tentang keluarga Rio. Tapi lama-lama kenapa aku merasa dia tidak lagi menjadi teman Rio, ya? Bukannya membantu temannya, dia malah membuat Rindai berpikiran untuk kabur. Sumpah, disitu aku kesal sekali sama Drew.

Untunglah, ending menyelamatkan perasaanku. Memang tidak mudah, tapi Iriana dan Rio perlu waktu agar mereka bisa menjadi keluarga yang membuat Rindai nyaman.

“Saya mencintaimu dengan sungguh-sungguh. Dengan raga dan nyawa saya. maaf karena saya tidak bisa menjadi ibu yang layak bagimu… tapi saya benar-benar mencintaimu….” (hal. 226)

ratek

 

Iklan

Your Opini?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s