Pink's Review

~ a book blog by ima ~

[#68 Book Review] Dealing With The Bad Boy

Tinggalkan komentar

dwtbb

Judul : Dealing With The Bad Boy

Penulis : Febriani AD

Penyunting : Tim Editor Fiksi

ISBN : 9786023758050

Tahun Terbit : Februari 2017

Penerbit : Grasindo

Halaman : 226


Sinopsis :
“Lo mau jadi pacar gue?”
“Bukannya gue emang pacar lo? Tapi makasih ya, gue suka surprise-nya. Maaf selama ini sudah nyembunyiin hubungan kita.”
Dunia Natasha berguncang. Natasha tidak pernah mengira bahwa permainan UNO bisa mendatangkan musibah untuknya. Permainan yang awalnya ia kira menyenangkan, ternyata berubah menjadi kesengsaraan ketika ia kalah dan ditantang untuk menembak seorang Ghaksa Andromeda, seorang bad boy keren di sekolahnya. Dunia Natasha benarbenar jungkir balik setelah seorang Ghaksa Andromeda masuk dalam kehidupannya.”

Review :

“Siapa tahu, suatu saat lo kangen diusahakan. Diusahakan itu artinya spesial lho. Lo nggak mau jadi yang spesial buat gue?” (hal. 157)

Tasha kalah untuk yang kesekian kalinya dalam permainan UNO yang dilakukan bersama teman-temannya; Reno, Bian, Intan dan Vira. Karena Tasha kalah secara beruntun, Reno menantang Tasha untuk menembak Ghaksa. Tidak hanya ‘nembak’ saja, tapi harus jadian pula. Tasha tentu saja menolak ide gila itu mentah-mentah. Mau ditaruh dimana mukanya saat di sekolah nanti? Selain itu Ghaksa kan bad boy di sekolah mereka. Tambah deh keengganan Tasha menjalankan tantangan tersebut. Tapi, teman-temannya tidak mau tahu. Tasha harus melakukannya.

Dan, apa? Kenapa Ghaksa malah bilang kalau sebenarnya mereka ‘telah’ berpacaran secara diam-diam? Haduh, Tasha jadi bingung. Tapi berkat perkataan Ghaksa itu Tasha tidak harus menanggung malu. Itulah mengapa ia sangat berterimakasih pada Ghaksa. Di lain pihak, Ghaksa maunya mereka berpacaran resmi. Lha, gimana? Kok bisa? Apa Ghaksa mau mereka berpacaran pura-pura? Ternyata tidak. Ghaksa memang menyukai Tasha.

Untuk beberapa waktu mereka memang berpacaran, hingga akhirnya Tasha tahu mengapa dia berakhir menjadi pacar Ghaksa. Tasha ingin berpisah, tapi Ghaksa tidak mundur begitu saja. Dia terus berusaha. Berhasilkah ia?

Mungkin, Ghaksa memang memiliki kekurangan. Tetapi, bukankah tidak ada manusia yang sempurna? (hal. 215)

^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

Aku sebenarnya rada skeptis sama novel-novel wattpad yang diterbitkan menjadi buku. Tapi sekarang lagi marak banget ditambah covernya yang cantik, aku jadi kepincut juga. Oke, memang aku kepincut dengan buku ini karena covernya. Aku sama sekali nggak baca sinopsis dan review buku ini. Melihat judulnya, ekspektasiku buku ini tentang cowok bandel dan cewek baik yang terhubung satu sama lain. Tapi ternyata enggak seratus persen benar.

Buku ini berkisah tentang Ghaksa, cowok bandel yang sering banget diskors, dan Tasha. (Oke, tiba-tiba aku inget kalau Tasha ini ngga ada keunikannya. Maksudku aku bingung mendeskripsikan dia seperti apa. Mungkin, Tasha seperti siswi SMA kebanyakan.) Ghaksa dan Tasha awalnya dekat karena tantangan yang diterima Tasha saat kalah bermain UNO. Itu awal yang bagus. Setidaknya nggak ada pahlawan kesiangan di sini, hehe.

Di bab-bab awal aku kesal banget. Kenapa? Karena rasanya datar sekali ceritanya, enggak ada emosinya. Atau mungkin juga karena perkenalan pertamaku dengan novel wattpad? Hehe. Tapi lama-lama aku mulai bisa menikmati alurnya.

Yang sangat-sangat aku suka adalah suasana sekolahnya. Kelas Tasha seperti kelas pada umumnya. Yang berisik dan penuh dengan makian sana-sini. Tapi itu yang aku suka. Oke, bukan tentang makiannya, tapi penulis berhasil bikin aku kangen masa-masa SMA. Yang berarti suasana sekolah, terutama kelas Tasha, yang pendeskripsiannya cocok dengan ingatanku pada masa sekolah. Huru-haranya, contek sana-sininya, berantem lucunya, ditambah jokes yang kekinian, hahaha. Itu lucu, setidaknya buat aku terkekeh geli, sih. Kalau bahas jokes gitu, aku perlu bahas Ghaksa. Soalnya dia receh sekali, aku sebel. Pokoknya bagian favorit aku di buku ini ya tentang berantem-berantem lucu antara Ghaksa sama Tasha. Bikin sebeeeel, tapi lucu gimana dong?

Bahagia itu memang sederhana. Tinggal memilih siapa yang bisa membuatmu bahagia. Dan ketika kau menentukan pilihanmu, maka di saat itulah, hanya melihatnya dari jauh, duniamu seakan berwarna. (hal. 189)

Kekurangannya, buku ini banyaaaak sekali kesalahan tulis. Ada beberapa yang sedikit mengganggu, sih. Dan, perpindahan adegannya rasanya cepat sekali, sampai aku nggak paham. Kadang di tengah cerita aku sempet mikir. ‘lha kok tiba-tiba begini?’. Terus, aku enggak tahu puncak ceritanya dimana. Yang aku rasakan saat baca buku ini tuh cuma senyum-senyum karena ingat masa sekolah dan jokes receh si Ghaksa. Udah, itu saja. Nggak ada emosi lainnya.

Awalnya cuma mau kasih dua bintang, tapi karena tiap baca adegan di kelas atau momen Ghaksa-Tasha akunya senyum-senyum, jadi aku tambahin satu bintang, deh. Setidaknya perkenalan pertamaku dengan novel wattpad nggak terlalu buruk, hehe.

“Lihat dalam waktu satu menit, seketika itu juga lo jatuh cinta sama gue.” (hal. 116)

ratedwtbb

Iklan

Your Opini?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s