Pink's Review

~ a book blog by ima ~

[#67 Book Review] Lisa’s Diary

Tinggalkan komentar

35710198Judul : Lisa’s Diary

Penulis : Arleen A. dan Veronica Gabriella

Penyunting : Marina Ariyani

ISBN : 9786023947102

Tahun Terbit : Juni 2017

Penerbit : Bhuana Ilmu Populer

Halaman : 508


Sinopsis :
Lisa …
kesal karena harus ikut papanya yang pindah tugas ke Surabaya selama satu tahun
kesal karena itu berarti ia harus berjauhan dengan Christy, bff nya dan Jason, the love of her life nya
tidak punya pilihan selain mulai menghitung hari sampai tiba waktunya untuk kembali ke Jakarta
Lalu ia bertemu Budi
Budi …
orang yang sama sekali tidak menarik perhatian
masih belum bisa keluar dari kesedihan ditinggalkan oleh adiknya
lebih suka membenamkan hidungnya pada buku-buku arsitektur daripada main basket
Lalu ia bertemu Lisa
Berdua …
mereka belajar bahwa takdir tidak selalu membawa airmata
mereka merasa bahwa waktu tidak pernah terasa lama bila dilalui bersama orang yang tepat
mereka sadar bahwa setiap hari membawa kejutannya sendiri, yang tidak selalu asik
Lalu tibalah saat berpisah
Dan bila memang tidak ada satu manusia pun yang bisa lari dari takdir, apa yang harus kau lakukan?

Review : 

“Karena kamu adalah bukti bahwa takdir tidak selalu datang dengan air mata.” (429)

Papa Lisa dipindahtugaskan ke Surabaya selama satu tahun. Dan Mama memutuskan untuk ikut pindah ke sana. Lisa mau tak mau harus ikut kedua orangtuanya dan pindah sekolah di Surabaya. Lisa yang lahir dan sudah lama tinggal di Jakarta tentu saja malas-malasan untuk pergi meninggalkan kota Jakarta, sahabatnya Christy dan juga Jason, the love of her lifenya.

Untungnya di Surabaya, di minggu-minggu pertama Lisa disibukkan dengan mendekor ulang rumah pohon yang ada di sana. Dibantu Budi, tetangga barunya, Lisa membuat rumah pohonnya nyaman untuk digunakan.

Berhari-hari berinteraksi dan berdekatan dengan Budi, Lisa mulai merasa meninggalkan Jakarta tidak terlalu buruk. Bahkan ia merasa waktu cepat berlalu. Tapi, mengapa Lisa malah bersedih ketika ia harus meninggalkan Surabaya lebih cepat dari rencana awal?

^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

Ada beberapa karakter komik dan film yang bisa menghentikan waktu. Mengapa di dunia nyata tidak ada? (hal. 423)

Ketika aku kehabisan bahan bacaan (sebenarnya timbunan ada banyak, sih) aku scrolling timeline instagram, dan menemukan buku ini sedang direview oleh salah satu bookstagram. Kebetulan bukunya ada di Scoop dan aku mencoba baca beberapa halaman. Wow, ternyata bentuk ceritanya seperti diari. Dan perlahan aku mulai hanyut dengan kisah kehidupan Lisa selama setahun ke depan di Surabaya. Ini adalah buku pertama dari penulis yang aku baca dan aku suka gaya bahasanya, sangat ringan. Aku bahkan kaget sewaktu tahu jumlah halamannya melebihi 500.

Aku menikmati membaca diari Lisa mengenai bagaimana kehidupan barunya di Surabaya. Bagaimana sikap kedua orangtua Lisa. Bagaimana pertemuan pertamanya dengan Si Budi. Bagaimana Lisa menuliskan perasaannya mengenai peristiwa-peristiwa yang terjadi. Aku juga suka dengan kutipan-kutipan yang Lisa buat sendiri. Benar-benar suara hati, ya, hahaha.

Jika terus dipelihara, keraguan hanya akan membuatmu gila. – Lisa (hal. 353)

Satu-satunya saat seseorang bia benar-benar menjadi dirinya sendiri adalah ketika dia benar-benar sedang sendiri. – Lisa (hal. 12)

Jangan tunggu sampai besok apa yang dapat kamu baca hari ini. Besok, masih akan ada banyak buku yang diterbitkan. – Lisa (hal. 30)

Lisa diceritakan sebagai seorang siswi kelas 10. Gaya bahasa yang digunakan Lisa pun mencerminkan dia kelas 10. Tapi, yang aku kurang sreg adalah gaya ‘pertemanan’ Lisa dengan Budi setelah hari valentine itu. Oke, memang ketakutan-ketakutan Lisa terasa wajar, tapi ketika mereka lagi manis-manisnya terasa terlalu berlebihan untuk anak kelas 10. Jadi ketika membaca beberapa adegan manis itu aku kurang nyaman. Selebihnya ini sangat bagus untuk dibaca anak-anak remaja sekarang, ya. Karena ada tips untuk kalian yang sedang pacaran sambil merealisasikan mimpi masing-masing.

Sebab, sejatinya sayang tidak menahan pasanganmu untuk berkembang. (hal. 331)

“Apakah ada alasan atau penjelasan untuk sesuatu yang dinamakan cinta? Jenis perasaan yang tidak ada pelajarannya, yang baru bia dipahami ketika merasakannya? Logika aja nyerah.” (hal. 505)

ratels

Iklan

Your Opini?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s