Pink's Review

~ a book blog by ima ~

[#65 Book Review] Thank You

Tinggalkan komentar

tyJudul : Thank You

Penulis : Adara Kirana

Penyunting : Yooki

Proofreader : Seplia

ISBN : 9786026044396

Tahun Terbit : Juni 2017

Penerbit : Inari

Halaman : 210


Sinopsis :
Adelia dan teman-temannya punya sebuah permainan. Sebuah kaleng bekas diisi berbagai tantangan. Yang mendapatkan kertas itu harus melaksanakan tantangannya dan diakhiri dengan ucapan “Terima Kasih”.

Tantangan itu sekedar iseng, tapi saat Rafa menantang Adelia untuk curhat dan merekam perasaaanya di ponsel Rafa tentang cowok yang ia taksir, Adelia kebingungan.

Yang Rafa tahu, Adelia naksir Askar.

Yang Rafa dan Adelia tahu, Askar naksir cewek lain.

Yang Rafa tidak tahu, Adelia sebenarnya naksir Rafa.


Review :

Tidak ada orang yang bisa mengatur perasaannya. Iya, kan? Yang bisa kita lakukan, hanya menerimanya dan memutuskan apa yang akan kita lakukan dengan itu.

Aku memutuskan untuk membiarkan perasaanku saja.

Ini keputusanku, dan aku senang. (hal. 181)

Adel dan teman-temannya punya cara yang unik untuk berbuat baik. Melalui sebuah kaleng bekas biskuit yang diisi berbagai tantangan di sebuah kertas, mereka melakukan dare dan setelah melakukannya mereka akan mengucapkan terima kasih.

Permainan tersebut adalah modifikasi dari permainan Truth or Dare yang dilakukan Adel sewaktu kecil. Dulu, Adel dan Rafa sering memilih dare ketika mereka bermain bersama Kak Sarah. Karena itulah Kak Sarah memutuskan untuk tidak bermain lagi. Adel dan Rafa pun berinisiatif untuk membuat permainan dare mereka lebih seru dan digunakanlah kaleng biskuit untuk menampung kertas-kertas yang berisi tantangan. Kaleng itupun dinamakan Thank You.

Lambat laun, yang bermain permainan tersebut tidak hanya Adel dan Rafa saja. Teman-teman mereka yang lain pun bergabung. Sekarang yang bermain Thank You ada Adel, Rafa, Askar, Hana, Gilang, dan Putri.

Mereka melewati masa-masa sekolah mereka dengan bermain Thank You.

“Karena gue temen lo. Temen dari kecil. Lo enggak bisa suka sama gue. Pokoknya, deket sama gue itu enggak dihitung. …” (hal. 43)

^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

Aku suka konsep ceritanya. Penulis memodifikasi permainan yang sudah ada menjadi sesuatu yang baru dan itu terasa menyegarkan di antara cerita-cerita sejenis. Dan ada makna yang dalam juga dalam pemilihan nama permainan. Begitupun dengan permainan itu sendiri.

“Soalnya yang pergi pasti bakal pulang suatu hari. Dan waktu mereka pulang, kaleng ini harus ada di rumah, sebagai pengingat. Makanya yang nyimpen harus yang tetap di rumah.” (hal. 86)

Kak Sarah pernah bilang ke Adel, kalau kebanyakan orang menggunakan dare sebagai ajang untuk ngerjain orang. Maka dare yang Kak Sarah berikan ke Adel atau Rafa selalu ada manfaatnya. Aku suka dengan pemikiran itu.

Selain itu, tokoh-tokoh dengan karakter yang unik, dan baru pertama kali aku lihat. Mungkin sosok yang jahil, dewasa, sok tahu sudah banyak. Tapi sosok seperti Askar ini jarang ada (atau buku-buku yang kubaca selalu klise, ya?) Untuk tokoh favorit, aku menjatuhkan pilihan pada Askar. Kalau kalian penasaran seperti apa sosok ajaib Askar, silahkan baca sendiri, ya, hehe.

Ceritanya sendiri benar-benar mengulik kehidupan pertemanan Adel, karena Adel-lah center dalam buku ini. Juga diperkuat dengan gaya bercerita melalui sudut pandang orang pertama. Mulai dari Adel TK hingga SMA, semuanya diceritakan. Tapi waktu ‘saat ini’ adalah masa SMA dengan flashback ke beberapa tahun sebelumnya. Cerita yang mengisahkan tentang kehidupan remaja beserta permasalahannya. Di beberapa bagian, aku merasa sedang bernostalgia. Dan momen-momen dimana mereka berenam bersama itu terasa menghangatkan. Permasalahan yang terjadi pun terasa sangat remaja. Dan yang paling membuatku terkejut adalah bagian akhirnya.

Konsep dan ceritanya aku suka. Konsepnya terasa menyegarkan dan ceritanya sangat realistis, menurutku. Tapi, emosinya kurang aku rasakan. Emosinya sangat datar, ada bagian-bagian dimana emosiku ikutan naik, tapi hanya beberapa. Contohnya adalah dua bab terakhir. Selain itu karakter tokohnya kurang kuat menurutku. Selain Adel dan Askar, yang lainnya terasa biasa saja. Termasuk Rafa yang juga menjadi salah satu tokoh utama selain Adel.

Ini adalah buku kedua dari penulis. Yang kutahu buku pertamanya mendapat respon yang positif. Yang menariknya adalah, aku baru tahu kalau penulis masih duduk di bangku SMA (ini dari seseorang). Jadi mungkin masih bisa menerbitkan buku yang lebih bagus dari ini. Aku berharap banyak sama penulis ini, karena ide dasarnya itu.

“…. Pokoknya ini aturan dare dari aku. Setiap dare harus bermanfaat dan harus ada maksudnya. Aku nggak suka lihat teman-temanku yang main dare cuma buat ngerjain orang. Harus ada manfaatnya, dan aku mau setiap habis dare bilang terima kasih…” (hal. 9)

ratety

Iklan

Your Opini?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s