Pink's Review

~ a book blog by ima ~

[#64 Book Review] Endless Love

Tinggalkan komentar

24912228Judul : Endless Love

Penulis : Wu Xiao Ye

Penerjemah : Jeanni Hidayat

Penyunting : Arumdyah Tyasayu

Proofreader : Dini Novita Sari

ISBN : 9786027742444

Tahun Terbit : Februari 2014

Penerbit : Haru

Halaman : 278


Sinopsis :
Bermula dari suatu kejadian yang melibatkan benang merah, kenangan-kenangan manis di antara mereka pun perlahan terukir. Namun, seiring dengan berlalunya waktu, salah seorang dari mereka memilih untuk mengubur kenangan itu dalam-dalam.

Siapa yang mengira bahwa Liang Jing Hao, laki-laki dingin perwakilan perusahaan Red Line Soft Tech yang berhati dingin itu, dulunya adalah pria yang selalu penuh dengan tawa?

Dan siapa juga yang akan menyangka bahwa Song Rui En, pelukis jalanan yang selalu menunggu di depan bandara itu, dulunya adalah wanita yang hidup penuh kemewahan?

Saat mereka bertemu kembali, dapatkah kenangan tentang benang merah itu menghadirkan kebahagiaan bagi kedua orang tersebut?

Atau… malah sebaliknya?


Review :

Di jalan sepi dengan sinar yang remang, Tuhan seolah sedang bercanda pada mereka dengan membuat untaian benang merah panjang yang menghubungkan mereka berdua… (hal. 52)

Benang dari rok merah yang dikenakan Song Rui En tersangkut pada gantungan baju Liang Jing Hao saat lelaki itu melarikan diri dari kejaran polisi. Itulah awal mula pertemuan dua manusia yang sudah terikat oleh benang merah dari Dewa Jodoh. Setelah kejadian tersebut, mereka terus dipertemukan dalam berbagai situasi. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk bersama.

Tapi nahasnya, sebelum mereka resmi menikah, Jing Hao pergi meninggalkan Taiwan dan, tentunya Rui En.

Tiga tahun kemudian, mereka dipertemukan kembali. Tapi sikap Jing Hao telah berubah. Ia menjadi sosok yang sangat dingin dan sering mengeluarkan kata-kata kejam untuk Rui En. Tapi gadis itu yakin, kalau Jing Hao masih mencintainya. Ia pun bertekad untuk membuktikan hal tersebut. Hingga Rui En tahu apa alasan dari kepergian Jing Hao.

Sanggupkah mereka menerima kenyataan yang diketahui dengan sedemikian rupa?

^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

Lagi-lagi aku dapat kisah yang ‘seharusnya’ menjadi kisah favoritku, tapi nyatanya tidak seperti yang kubayangkan. Sejujurnya sih, ngga ada ekspektasi apapun, tapi aku berharap untuk mendapatkan lebih dari ini.

Walaupun begitu, saat aku menulis resensi ini (yang mana waktu membacanya sudah lewat dari kemarin-kemarin) tapi masih ada beberapa adegan ikonik di novel ini yang aku ingat. Kesan beberapa adegannya sangat mendalam untuk aku pribadi.

Aku cukup terkejut dengan alasan kepergian Jing Hao dan nyaris ikutan membeku. Ikutan nyesek, iya.

Perjuangan Rui En benar-benar patut aku acungi jempol. Nunggu selama tiga tahun dengan harapan-harapannya lalu sempat dipatahkan dengan kenyataan tapi masih mau menunggu sedikit lebih lama lagi. Wow, benar-benar, benang merah sudah mengikat mereka.

Tapiiii, endingnya kampret banget. Gitu aja. Gitu doang. Iya, udah gitu aja! Bete deh, huft.

rateel

Iklan

Your Opini?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s