Pink's Review

~ a book blog by ima ~

[#63 Book Review] I Love You, Kkoma

Tinggalkan komentar

30807909Judul : I Love You, Kkoma

Penulis : Lim Eun Hee

Penerjemah : Asma Azizah

Penyunting : Nyi Blo

Proofreader : Yuli Yono

ISBN : 9786027742833

Tahun Terbit : April 2016

Penerbit : Haru

Halaman : 252


Sinopsis :
Ada yang bilang seperti ini: “Membuat orang yang tidak kita kenal menjadi orang yang kita cintai itu mudah, tetapi membuat orang yang kita cintai menjadi orang yang tidak kita kenal itu seribu kali lebih sulit….”

Saat ini umurku sembilan belas tahun. Aku berusia enam tahun saat mengenal Kkoma. Cintaku sudah berjalan selama lebih dari sepuluh tahun. Kenapa Kkoma tidak mengerti? Hanya di depan Kkoma aku bisa tampil ceria dan banyak bicara….

Ya, meskipun aku juga salah….

Mempermainkan Kkoma adalah kesenangan bagiku. Setiap aku mengejeknya, wajah yang putih itu akan memerah. Dia pun akan bicara sendiri, mengucapkan sesuatu yang tidak bisa dimengerti orang lain.

Hahaha. Anak yang lucu.

I love you, Kkoma.


Review :

Kau tahu kenapa Tuhan menciptakan cinta sepihak ? Dia membuatnya agar orang sadar untuk mengalah pada orang lain. (hal. 94)

Jeong Da-um dan Lee Seong-chan. Mereka sudah berteman selama lebih dari sepuluh tahun. Dan selama jangka waktu tersebut, salah satu dari mereka menyukai yang lainnya. Tapi atas nama pertemanan, orang tersebut tidak mengakuinya hingga saat ini.

Da-um kesal sekali pada Seong-chan. Bagaimana tidak, seseorang yang dulunya lebih pendek darinya, sekarang malah lebih tinggi. Dan yang lebih menyebalkan adalah Seong-chan selalu mengejeknya. Huh!

Bagi Seong-chan mengejek Da-um adalah kesenangan tersendiri. Melihat gadis itu merengut membuat bibir pemuda itu tersenyum. Tubuh Da-um yang pendek dengan pipi tembamnya itu dimata Seong-chan gadis itu terlihat… sangat imut.

Perjuangan untuk mempertahankan cinta dengan memotong hati orang lain menggunakan pisau… itu bukan cinta. (hal. 193)

^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

Novel ini sangat sangat ringan, hingga aku tak sadar terus menerus membalik halamannya. Tapi sungguh, novelnya tidak ada ‘feel’ nya sama sekali. Datar, tapi untungnya aku nggak sampai dalam tahap bosan. Baca, tapi ya gitu. Kalau aku tidak menulis resensinya langsung, dijamin aku akan lupa ceritanya.

Tapi nggak separah itu kok. Masih ada bagian-bagian, terutama bagaimana para tokoh mendeskripsikan perasaannya. Entah sedih, senang, bahagia, jatuh cinta, sakit, kecewa. Pendeksripsiannya membuatku tersentuh. Tapiii, penokohannya tidak hidup menurutku.

Aku tidak tahu bahwa mencintai sepihak itu sesakit ini. Mengharapkan tanpa alasan. Sedih tanpa alasan. Menjadi sulit bersosialisasi tanpa alasan. (hal. 154)

Terus juga, ada beberapa bagian yang tidak aku paham. Novel ini memakai dua sudut pandang orang pertama dari masing-masing tokoh utama. Jeong Da-um dan Lee Seong-chan. Tapi penulisannya seperti diari. Nggak ada percakapan pakai tanda kutip, ada tapi jaraaang banget. Mereka seperti ngomong sendiri. Tanya sendiri, jawab sendiri. Itu yang bikin bingung. Kalau aku artiin ke bahasa Korea nya, aku sedikit mengerti sih (kayak di drama-drama gitu), tapi karena terjemahan, susah buat masuk otakku.

Aku mencintaimu. Sejak dulu, dan sekarang pun aku mencintaimu. Esok pun tetap akan sama. (hal. 197)

ilykrate

Iklan

Your Opini?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s