Pink's Review

~ a book blog by ima ~

[#62 Book Review] Forever and Always

Tinggalkan komentar

28408069Judul : Forever and Always

Penulis : Jenny Thalia Faurine

Penyunting : Afrianty P. Pardede

ISBN : 9786020279688

Tahun Terbit : Februari 2016

Penerbit : Elex Media Komputindo

Halaman : 232


Sinopsis :
“Aku selalu menatap kamu dari dulu
lebih dari yang seharusnya
sehingga aku terluka sendirian.
Jika aku sudah bisa hidup tanpa menatapmu,
haruskah aku kembali menatapmu?
Aku bukan seseorang
yang suka menyakiti diriku sendiri, Ren.”

Dan ternyata mencintai seseorang lebih menyakitkan dibanding yang selama ini mereka duga. Seva dan Ren, dua orang teman lama yang tak pernah bertemu sejak lima tahun lalu, sore itu akhirnya mereka dipertemukan kembali.

Ada cerita di antara mereka yang belum usai. Perpisahan tak selalu jadi garis akhir sebuah hubungan


Review :

I fall for you. You fall for her. Is it love or dominos? (hal. 130)

Seva bertemu dengan Ren karena rasa penarasan dari cowok itu terhadap Seva. Bermula dari ajakan belajar bareng, Seva dan Ren seakan tak terpisahkan. Bahkan hingga bertahun-tahun kemudian.

Ren jatuh cinta kepada Anggi, namun ditolak karena Ren tidak ‘sesuai kriteria’ Anggi. Walaupun begitu, hati cowok itu tetap terpaut pada Anggi.

Karena terus bersama, perlahan perasaan itu muncul. Seva mencintai Ren. Namun, karena tidak ingin merusak persahabatan mereka, Seva merahasiakan hal tersebut.

Kabar pernikahan Anggi membuat Ren dan Seva hancur untuk alasan yang berbeda tapi mirip. Dan itu menjadi awal mula dari kehancuran persahabatan keduanya.

Ketika pada akhirnya mereka dipertemukan kembali, akankah perasaan itu masih sama?

“Ketika seseorang sadar bahwa ia jatuh cinta pada orang yang sedang jatuh cinta juga, harusnya orang itu segera tersadar untuk melepas perasaannya.” (hal. 90)

^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

Kisah ini membuatku sesak. Berkali-kali diberikan kejutan, berkali-kali pula aku mendapati hati mencelus karena kejutan itu.

Mencintai diam-diam selalu membuat salah satu pihak tersakiti. Bahkan bisa saja menyakiti orang lain, kalau orang lain tersebut menyukai kita. Persis seperti yang terjadi pada Seva dan Ren.

Renardhi Avasa. Aku nggak suka karakter dia. Benci banget malah. Nyebelin pokoknya mah. Apalagi pas tahu dia ‘sebrengsek’ itu, hufft.

“Orang jatuh cinta memang terkadang lebih mementingkan perasaan orang yang dicintainya, Sev.” (hal. 80)

Seva Rosella. Aku sedikit bersimpati pada dia sih, karena siapa sih yang nggak pernah merasakan cinta diam-diam? Yang pernah merasakan pasti akan mengerti bagaimana rasa sakit yang dialami Seva. Tapi di beberapa bagian, aku juga tidak menyukainya. Entahlah.

Kegan dan Neo. Peran pendukung yang membuatku tertarik. Mereka teman-teman berharga yang dimiliki Seva saat kuliah. Persahabatan di antara cewek dan cowok kalau tulus tuh menyenangkan banget ya interaksinya. Yah walaupun ada yang kena friendzone juga sih, haha.

Twist yang diberikan penulis benar-benar di luar dugaan aku. Aku nggak mengira kalau ‘akhirnya’ akan seperti itu. Karena ini series dan di buku ini ada penggalan dari buku berikutnya, aku penasaran siapa sosok ‘Papa’ itu. Pliiiis, buku selanjutnya cepat-cepat terbit, ya. Walaupun waktu baca suasana suram terasa kental sekali, tapi aku nagih bacanya. ini menjadi buku karya Jenny yang pertama aku baca.

“Jangan ucapkan maaf kalau kamu nggak benar-benar menyesal, Ren.” (hal. 173)

fawrate

Iklan

Your Opini?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s