Pink's Review

~ a book blog by ima ~

[#59 Book Review] Rahasia Tergelap

Tinggalkan komentar

rtJudul : Rahasia Tergelap

Penulis : Lexie Xu

ISBN : 9786020332055

Tahun Terbit : Juli 2016

Penerbit : Gramedia

Halaman : 304


Sinopsis :
Giselle tidak pernah menyangka Merly akan mengakhiri hidupnya dengan terjun dari atap gedung kampus. Setahu Giselle, Merly termasuk cewek ceria yang tak pernah punya masalah, tapi kenapa cewek itu bunuh diri?

Saat sedang berduka atas kematian Merly, Daryl yang sudah lama disukai Giselle, datang. Di tengah kebersamaan mereka, Giselle jadi tahu bahwa ada yang tak beres dengan kematian Merly. Ia menduga Merly tidak bunuh diri, melainkan dibunuh.

Belum sempat menguak misteri kematian Merly, salah satu sahabatnya, Ella, juga terjun dari atas gedung kampus. Kali ini Giselle makin yakin ada dalang dari kematian dua temannya itu. Daryl dan kawan-kawannya pun merasakan hal yang sama, sampai-sampai mereka menyewa jasa bantuan Erika Guruh, hacker legendaris di kampus tersebut.


Review :

Aku bingung bagaimana memulai menulis resensi untuk buku ini. Karena sejujurnya, semua buku Kalex itu enggak ada yang bisa aku buat resensinya. Sensasi yang kudapatkan ketika menutup bukunya-lah yang membuatku enggak bisa merangkai kata-kata untuk resensinya. Tiap kali selesai baca, aku ngeblank karena tiap buku Kalex itu punya sensasi yang mematikan. Serius deh! Tiap bukunya itu berhasil membuatku enggak bisa tidur karena kelakuan para psycho di buku-buku Kalex.

Oke, cukup untuk pendahuluannya. Sekarang aku mencoba untuk membuat resensi dari novel terbaru Kalex, sekaligus buku pertama dari seri barunya, Dark Series.

Kalex ini salah satu penulis favoritku, yang tiap kali menerbitkan buku pasti akan langsung masuk wishlist, bahkan kalau lagi ada duit pasti langsung beli. Tapi ketika Rahasia Tergelap rilis, aku baru beli bukunya akhir tahun kemarin, sih. Dan baru sempet baca bulan ini, haha. Dan aku enggak kecewa dengan alurnya.

Rahasia Tergelap ini berlatar kampus Persada Internasional dengan tokoh utama Giselle dan Daryl. Di hari Jumat yang damai, tiba-tiba ada seseorang yang jatuh dari atap kampus. Beberapa hari kemudian, kejadian serupa kembali terjadi. Giselle dan Daryl yakin kalau itu bukanlah bunuh diri, melainkan pembunuhan berantai.

Kalau di Johan Series dan Omen Series sepertinya kejahatannya enggak sampai mencabut nyawa orang lain, kan? Separah-parahnya ya melukai fisiknya. Tapi di buku ini, ya ampun. Mungkin karena itu juga kali ya, buku ini bukan sekedar teenlit lagi.

Sial, aku dibuat kaget sama halaman 83. Nama itu udah kayak nama keramat yang kalau disebutkan bisa membuat jantung tiap orang jadi berpacu lebih cepat. Pastinya campuran perasaan takut dan kesal setengah mati sama orang yang memiliki nama itu. Ah, pasti dia dalangnya. Sebel banget!

Oke, selain nama keramat itu, ada satu lagi nama keramat. Kalau yang ini sih efeknya luar biasa kebalikan dari yang di halaman 83. Pasti kalian sudah tahu, ya, secara nama legendaris ini muncul di sinopsis belakang buku, haha. Erika Guruh! Ah, seneng banget akhirnya dia kembali. Dan di buku ini Erika benar-benar keren! Nah, yang aku sesalkan, tokoh utamanya kan Giselle dan Daryl, tapi sebagian besar yang mendominasi suasana kok malah Erika Guruh. Tapi ketika sampai di bagian epilog aku maklum sih. Kalau kata Erika sih mereka masih butuh bimbingan. Aku sudah tidak sabar dengan buku selanjutnya.

Favorite Scene

Oke ini bukan adegannya sih yang aku suka, tapi bagaimana perasaan Giselle terhadap teman-temannya. Dia benar-benar merasa bersalah banget sama Ella. Karena ini memakai sudut pandang orang pertama, jadi aku bisa tahu bagaimana perasaan Giselle. Nah tiap kali dia membicarakan tentang pertemanannya, aku bisa melihat sih kalau dia tulus. Ketulusannya itu yang membuatku tersentuh.

“Nggak peduli apa pun yang udah terjadi, gue masih percaya sama lo, sama persahabatan kita. Dan gue juga percaya lo nggak pernah mau semua ini terjadi pada Ella.” (hal. 182)

rtrate

Iklan

Your Opini?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s