Pink's Review

~ a book blog by ima ~

[#57 Book Review] Doki Doki Game: Over

Tinggalkan komentar

ddgoJudul : Doki Doki Game: Over?

Penulis : Ran Orihara

Penyunting : Anida Nurrahmi

ISBN : 9789799108920

Tahun Terbit : Juli 2015

Penerbit : Ice Cube

Halaman : 260


Sinopsis :
Hoga Kuon, pemuda yang ditakuti berkat kemampuannya membaca detak jantung, menciptakan permainan kolosal mengerikan bernama doki doki game di sekolahnya, SMA Seishin Gakuen. Tak ada seorang pun yang berani melawannya.

Kecuali Yamane Runa.

Setelah berhasil mengalahkan Tomiya Rintaro dalam permainan tersebut, gadis itu mengambil keputusan seenaknya dalam doki doki show. Seakan semua itu belum cukup mengejutkan, Runa juga bersahabat dengan Iwate Maki, bukan malah menjaga jarak dengan siswa biasa seperti para master lainnya.

Namun, predikat master yang disandangnya otomatis membuat Runa semakin sering berinteraksi dengan Kuon. Rahasia yang menyelimuti mereka berdua pun perlahan terbuka selapis demi selapis. Tentang tabrak lari. Tentang kembang api. Tentang mimpi-mimpi. Tentang seseorang bernama Takeshi.

Hingga pada satu titik, Runa kembali mempertanyakan dirinya sendiri: apakah menyudahi doki doki game adalah pilihan terbaik?


Review :

“Jika ada kata start yang memulainya, pasti nanti akan ada kata over yang mengakhirinya. Itulah game.” (hal. 28)

Setelah berhasil mengalahkan Tomiya Rintaro pada permainan Doki Doki Game, maka Yamane Runa berhak merebut pin bintang dan menjadi master. Pada Doki Doki Show, secara mengejutkan Runa memilih dirinya sendiri untuk masuk ke kelas hukuman, nero-class. Tentu saja hal tersebut membuat semua siswa SMA Seishin Gakuen terkejut, terlebih Hoga Kuon dan para master. Ternyata, Runa benar-benar serius dengan ucapannya untuk mengalahkan Kuon.

Tidak hanya itu saja, Runa juga mendobrak kebiasaan para master lainnya. Kalau Kouhei dan Isamu lebih memilih untuk menyendiri, Runa malah membuat ikatan pertemanan dengan siswi biasa, Iwate Maki. Sontak hal tersebut menjadi tanda tanya bagi siswa lainnya. Ada yang kagum, ada pula yang jengah atas tindakan gadis tersebut.

Rasa takut adalah senjata terbaik untuk mengendalikan seseorang.” (hal. 36)

Tujuan awal Runa memang untuk mengalahkan Kuon demi mendapat jawaban dari teka-teki yang diberikan sang ayah. Tapi, lambat laun gadis itu bertekad untuk menghentikan permainan Doki Doki Game.

Seiring berjalannya waktu, terkuaklah alasan dibalik pembentukan Doki Doki Game, juga alasan mengapa hanya detak jantung Runa yang tidak bisa didengar oleh Kuon.

Semuanya tertuang jelas di Doki Doki Game: Over?

^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

Setelah kemarin berhasil menamatkan buku pertamanya, aku langsung membaca lanjutannya. Ada untungnya juga aku beli baru-baru ini. Aku tidak perlu menunggu lama untuk membaca misteri-misteri yang ada dalam Doki Doki Game, hahaha.

Satu yang kusuka dengan buku ini, cara membaca yang tidak biasa. Iya, kita dibuat baca buku ini dari belakang, kayak komik. Disanalah letak serunya, walaupun awal-awal masih agak kagok.

Masih dengan nuansa Jepang yang kental hingga membuat kalian-kalian merasa kalau ini novel terjemahan, ceritanya tambah seru. Tentu saja, karena semua misteri akhirnya terkuak.

“Namun, jangan lupa, terkadang tindakan yang kamu anggap paling tepat nyatanya bisa membuat orang lain terluka.” (hal. 11)

Pendirian Yamane Runa patut diacungi jempol. Keren banget gadis itu! Dia menjadi satu-satunya orang yang mengambil jalan berbeda, yang pada akhirnya membuka mata seluruh siswa di Seishin.Tapi, tetap yah, momen Runa dan Kuon itu favorit. Hampir semua momen mereka aku suka. Dan Kuon ini kalau enggak lagi jadi Ousama, dia bisa manis banget. Sebel ih!

Ahh, di buku ini Arima Kouhei menjadi semakin menarik. Waktu Kuon ngobrol berdua sama Kouhei di ace-class itu bikin ngakak, deh. Sebenarnya adegan itu enggak lucu sih, cuma cara penyampaian Kuon yang blak-blakan bikin ketawa. Mungkin harus aku tambahkan, kalau adegan Kouhei-Runa-Kuon jadi adegan favoritku juga. Oke, memang kebanyakan adegan favoritku enggak ada hubungannya sama permaian Doki Doki Game-nya sih. Habis, pesona sang raja terlalu kuat sih, haha.

Penyelesaiannya benar-benar menarik. Aku sedikit menebak sih kalau Runa dan Kuon terlibat dalam satu kejadian, tapi ketika benar-benar dipaparkan alasan mengapa Kuon tidak bisa mendengar detak jantung Runa aku terkesiap. Keren! Lalu alasan dibuatnya Doki Doki Game juga sedikit rumit dibanding bayanganku. Kuon yang baru lulus SD punya pemikiran kayak gitu, aku takjub lho. Benar-benar akhir yang sempurna!

“Jika dunia ini terbagi menjadi kebaikan dan kejahatan, maka Ousama berada di luar kedua golongan itu.” (hal. 42)

“Memperlakukannya seperti raja yang menakutkan dan tak bisa dijangkau hanya akan membuatnya semakin kesepian.” (hal. 162)

Favorite Scene

Sudah kubilang kan kalau adegan favoritku di buku ini ada banyak? Rata-rata momennya Runa-Kuon, sih. Mereka di buku ini banyak adegan skinship, sih!!

Baiklah, adegan favoirtku aku ambil dari halaman 213-214. Ya Tuhan, skinshipnya banyak sekali. Kuon kenapa tiba-tiba berani begitu sih? Eh, tapi aku sebal deh, setelah adegan manis itu, kenapa lagu Salut D’Amour harus berkumandang, sih? Kan jadi bubar adegan manisnya.

ddgorateBuku ini layak mendapatkan lima bintang dariku. Selain karena ceritanya yang baru untukku, penokohannya kuat, alurnya menarik dan berjalan dengan pas juga cara bercerita yang membuatku tidak mau menutup buku sebelum ceritanya tamat.

Iklan

Your Opini?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s