Pink's Review

~ a book blog by ima ~

[#56 Book Review] Doki Doki Game: Start

Tinggalkan komentar

ddgsJudul : Doki Doki Game: Start!

Penulis : Ran Orihara

Penyunting : Anida Nurrahmi

ISBN : 9789799107701

Tahun Terbit : September 2014

Penerbit : Ice Cube

Halaman : 212


Sinopsis :
Menjadi korban tabrak lari saat berumur 10 tahun membuat Hoga Kuon tiba-tiba bisa mendengar suara detak jantung orang-orang di sekitarnya. Keanehan itu membuat hidup Kuon menjadi tak tenang, tapi lama-kelamaan justru membuatnya memahami perasaan orang. Takut, cemas, sedih, bahagia, dengki, cemburu—semua perasaan itu memiliki irama debaran jantung yang berbeda, dan Kuon bisa mendengar semuanya dengan sangat jelas.

Kecuali Yamane Runa.

Anak perempuan itu adalah satu-satunya manusia hidup yang sama sekali tak terdengar degup jantungnya. Kuon kecil bertemu dengan Runa dan menceritakan rahasianya sebelum gadis itu menghilang tiba-tiba.

Enam tahun kemudian, Hoga Kuon tumbuh menjadi pemuda yang ditakuti berkat kemampuannya membaca detak jantung. Dia menciptakan permainan kolosal mengerikan bernama doki doki game di sekolahnya, SMA Seishin Gakuen. Tak ada seorang pun yang berani melawannya.

Kecuali Yamane Runa.

Murid pindahan itu kembali dengan misi mengalahkan Kuon dalam doki doki game.

Dan Kuon tetap tak bisa mendengar degup jantungnya!


Review :

Kenapa dia harus menciptakan permainan yang membuat orang-orang saling menyakiti satu sama lain? (hal. 103)

Setelah terbangun dari koma, Hoga Kuon tiba-tiba dapat mendengar suara detak jantung manusia, kecuali Yamane Runa. Pertemuan pertamanya dengan gadis berkulit pucat itu terjadi di sebuah rumah sakit. Dan setelah itu, Kuon tidak dapat bertemu dengan Runa karena gadis itu pindah ke kota lain.

Beberapa tahun kemudian, Yamane Runa pindah kembali ke Tokyo karena permintaan Tuan Yamane. Dengan terbutu-buru Runa didaftarkan ke sekolah SMA Seishin Gakuen.

Selintas, SMA Seishin Gakuen terlihat seperti sekolah pada umumnya. Teman-teman barunya menyambut Runa dengan hangat. Sampai ketika Runa bertanya tentang penguasa sekolah. Itu membuat suasana hangat menghilang digantikan dengan perasaan mencekam. Sebenarnya mengalahkan penguasa sekolah adalah misteri yang diberikan ayahnya dan Runa yang merasa tertantang menyanggupi hal itu.

Perasaan mencekam yang dirasakannya perlahan mulai dapat ia pahami. Di SMA Seishin Gakuen ada permainan bernama Doki Doki Game. Permainan itu dibuat oleh seseorang yang dijuluki Ousama (Raja). Seluruh siswa SMA Seishin Gakuen terdaftar sebagai pemain dalam permainan tersebut. Pemain yang menang akan menikmati fasilitas di ace class, tetapi pemain yang kalah harus merasakan hukuman di nero class.

“Tak peduli melawan satu, sepuluh, atau bahkan seratus orang, aku lebih memilih menggunakan otak daripada otot,” (hal. 143)

Runa yang mengetahui hal tersebut semakin merasa tertantang. Gadis itupun bertemu langsung dengan orang dibalik permainan tersebut, penguasa sekolah, yang ternyata adalah Hoga Kuon.

Dapatkah Runa memenangkan Doki Doki Game yang penuh tipu muslihat? Bisakah Runa mengalahkan sang penguasa sekolah alias Kuon, seperti permintaan ayahnya?

“Menanglah dengan cara yang benar. Buktikan bahwa kamu tidak sama seperti mereka yang hanya bisa menggunakan cara kotor untuk menjatuhkan seseorang.” (hal. 172)

^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

“Meski tak pernah menginginkannya, kamu terpaksa mengetahui semua yang dirasakan orang lain. Itu pasti berat.” (hal. 7)

Keren banget ceritanya!!! Suka banget sama alur ceritanya dan permainan Doki-Doki Game ini! Benar-benar penuh tipu muslihat.

Sebelumnya, aku pikir Doki-Doki Game ini akan ada pertumpahan darah. Yah, walaupun enggak sampai ada adegan begituannya, tetap saja bikin aku ikut-ikutan mikir dan tegang.

Ini buku Kak Ran Orihara yang pertama kali aku baca, dan sepertinya aku menyukai gaya tulisan dan gaya berceritanya. Benar-benar membuatku ikut terhanyut dalam kisah Runa dan Kuon ini.

Banyak yang berpikir kalau buku ini merupakan buku terjemahan, aku juga berpikir seperti itu sih. Tapi memang enggak salah, karena nuansanya benar-benar seperti buku terjemahan. Tapi aku bersyukur ini buku lokal, karena kalimat-kalimatnya lebih pas untuk aku pribadi.

Tidak perlu panjang lebar menuliskan resensi untuk buku ini, karena aku menyukai semuanya. Iya, semuanya! Kecuali satu, kenapa harus bersambung? Banyak banget, atau malah misterinya belum terkuak sama sekali. Hanya dasar-dasar dari Doki-Doki Game saja yang terkuak alasannya. Eh, tapi aku masih enggak tahu sih kenapa Kuon bisa berubah sedrastis itu. Aku nggak sabar pengin tahu rahasia apa diantara Runa dan Kuon.

Oh, iya, mungkin ini bisa masuk ke genre psikologi ya, karena permainannya sendiri berhubungan dengan mental, lebih tepatnya rasa takut seseorang.

“Walau suka dan benci adalah dua bentuk perasaan yang bertolak belakang, keduanya sama-sama memiliki efek yang besar pada hati seseorang. Entah itu efek buruk atau baik,” (hal. 88)

Favorite Scene

Adegan favoritku sih sebenarnya lebih ke interaksi antara Runa dan Kuon. Duh, mereka lucu sekali kalau lagi ngobrol. Apalagi Kuon bisa berubah dari yang dingin menjadi jahil kalau lagi berduaan sama Runa, haha.

Dari halaman 162 sampai 167, itu salah satu adegan favoritku. Jadi tuh Runa yang dikucilkan tidak tahu kalau ada perubahan jam, jadi dia membolos dan pergi ke atap. Nah, di atap dia malah bertemu dengan Kuon. Kuon yang tidak bisa mendengar suara detak jantung Runa sontak kaget mendengar panggilan gadis itu. Lalu mereka terlibat percakapan seru yang penuh dengan balas-balasan ejekan (semacam itu). Tapi, adegan klimaksnya pas Kuon mendadak salah tingkah. Aduh, lucu banget deh. Mendadak gemes sama Hoga Kuon.

ddgsrate

Iklan

Your Opini?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s