[#55 Book Review] Angels of Morning Star Club

aomscJudul : Angels of Morning Star Club

Penulis : Lim Se Hyuk

Penerjemah : Dimitri Dairi

Penyunting : Novianita

Proofreader : Dini Novita Sari

ISBN : 9786027742451

Tahun Terbit : Februari 2015

Penerbit : Haru

Halaman : 370


Sinopsis :
Namaku Lim Hwi Chan. Seorang mantan narapidana yang sekarang menjadi penjaga toko yang menyedihkan. Umurku 27 tahun dan aku suka menonton film thriller berulang-ulang sampai 30 kali. Aku juga suka melampiaskan emosi dengan mengepel lantai yang kotor gara-gara keteledoran para siswi yang makan mi instan dan kimchi sembarangan di tokoku. Memang, aku tidak bisa disebut panutan, tapi juga tidak bisa disebut sebagai pecundang hanya karena pernah dipenjara.

Aku memang mantan narapidana, tapi aku muak selalu dicurigai. Aku hanya ingin melupakan semua kenangan itu. Tapi, sepertinya seluruh dunia sudah telanjur mengecapku sebagai seorang “Mantan Narapidana” dan mereka menolakku.

Sampai aku menemukan perkumpulan aneh bernama “Morning Star” yang malah mencari mantan narapidana sebagai anggota. Sebenarnya, perkumpulan apa ini?


Review :

Aku telah disadarkan bahwa tempat yang bernama penjara ini bukan tempat berkumpulnya orang-orang buangan. (hal. 34)

Buku ini menarik perhatianku karena karakter utamanya adalah seorang mantan narapidana. Bukan seperti buku-buku yang masuk dalam bacaan kesukaanku, buku ini menyajikan cerita yang berbeda.

Dengan menggunakan sudut pandang Lim Hwi Chan, kita bisa mengetahui bagaimana perasaan si tokoh. dalam menghadapi kehidupan sosial sebagai seorang mantan narapidana.

Apakah mantan narapidana itu bukan manusia? Apa mantan narapidana itu sudah pasti orang yang jahat? Pantas saja orang-orang mantan narapidana seperti saya ini selalu ingin pergi menghilang dari dunia ini karena dianggap buruk oleh semua orang. Orang berpendidikan seperti Anda saja memperlakukan kami seperti ini.” (hal. 51)

Tetapi, sejujurnya aku sempat bosan baca buku ini. Setelah mengetahui kalau dia difitnah, aku turut merasakan kekesalan Hwi Chan. Dan ketika ia masuk ke perkumpulan Morning Star, memang ada yang berubah. Tapi, ya, gitu. Konfliknya disitu-situ saja.

Untunglah, setelah pergantian Ketua, konflik di buku mulai berkembang lagi. Aku pun kembali menikmati cerita yang mengalir ini.

Diluar itu, buku ini memang memiliki pesan yang amat dalam untuk pembacanya. Banyak sekali nilai-nilai kehidupan yang tertuang dalam cerita di buku ini. Jenis kisah yang bisa memberikan kehangatan hati.

“Jangan begitu. Selagi masih muda, kau nggak boleh membiarkan waktumu berlalu sia-sia. Terserah mau bekerja di mana, yang penting kau harus bisa merasakan kehidupan sosial di luar sana.” (hal.105)

“Para pelaku tindak kejahatan melakukan kejahatan bukan karena mereka diciptakan jahat dari awalnya. Mereka hanyalah orang-orang yang merasa diasingkan dan tidak mampu menahan keinginannya untuk terlihat hebat di hadapan orang lain.” (hal. 191)

aomscrate

Iklan

Your Opini?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s