Pink's Review

~ a book blog by ima ~

[#51 Book Review] My Wedding Dress

2 Komentar

27425560 Judul : My Wedding Dress

Penulis : Dy Lunaly

Penyunting : Starin Sani

ISBN : 9786022911067

Tahun Terbit : November 2015

Penerbit : Bentang

Halaman : 276


Sinopsis :
Apa yang lebih mengerikan selain ditinggalkan calon suamimu tepat ketika sudah akan naik altar? Abby pernah merasakannya. Dia paham betul sakitnya.
Abby memutuskan untuk berputar haluan hidup setelah itu. Berhenti bekerja, menutup diri, mengabaikan dunia yang seolah menertawakannya. Ia berusaha menyembuhkan luka. Namun, setahun yang terasa berabad-abad ternyata belum cukup untuk mengobatinya. Sakit itu masih ada, bahkan menguat lebih memilukan.
Lalu, Abby sampai pada keputusan gila. Travelling mengenakan gaun pengantin! Meski tanpa mempelai pria, ia berusaha menikmati tiap detik perjalanannya. Berharap gaun putih itu bisa menyerap semua kesedihannya yang belum tuntas. Mengembalikan hatinya, agar siap untuk menerima cinta yang baru.

Review :

Aku menunggu. Berjam-jam.Hingga matahari sempurna menghilang.

Akan tetapi, percuma. Dia tak kunjung datang.

Kenapa kamu tega ngelakuin ini, Dre?! Apa salahku?! (hal. 11)

Saat seharusnya menjadi hari paling indah dalam hidup Abby, pernikahan itu tak terjadi. Mempelai pria tak hadir dalam acara pemberkatan itu. Andre, sang mempelai pria itu, menghilang bak di telan bumi. Tak ada yang tahu alasan dibalik ketidakhadiran Andre. Seluruh keluarga, baik keluarga Abby maupun Andre, menanggung malu. Tapi untuk Abby, malu saja tidak cukup. Ia jatuh terpuruk!

Hingga setahun sudah berlalu. Dan keterpurukan itu masih belum menghilang. Tiap mengingat kenangannya bersama Andre, air mata kesedihan terus berjatuhan. Hingga ketika ia membereskan kamarnya, gaun pernikahannya tertangkap oleh mata. Keputusan yang diambil secara impulsif membuatnya berada di Penang. Menjauh sejenak dari Jakarta. Menjauh dari segala kenangannya bersama Andre.

Ternyata benar, kita memang ahlinya mesin waktu. Cukup dengan sepotong lirik, aku kembali terlempar ke masa lalu. (hal. 155)

Menjalani travelling seorang diri tak pernah terpikirkan oleh Abby sebelumnya. Apalagi ditambah travelling menggunakan gaun pengantinnya. Benar-benar gila! Tapi memang itulah yang terjadi. Di Penang, secara tidak sengaja, ia bertemu dengan Wira. Seseorang yang sangat bertolak belakang dengan dirinya. Wira sudah lama sekali melakukan travelling.

Abby dan Wira adalah dua orang asing yang bertemu tanpa sengaja dan akhirnya menjadi teman seperjalanan. Wira membantu Abby keluar dari zona nyamannya selama ini. Walaupun beberapa kali kenangan tentang Andre mengusik liburan Abby, tapi Wira tahu cara membuat Abby bahagia. Dan Wira juga berjanji membantu Abby membuat gaun pengantin warna putihnya itu berubah menjadi hitam.

Dapatkah Abby terlepas dari bayang-bayang masa lalu? Akankah Abby memilih untuk bahagia?

^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

Aku nggak tahu kalau Wira akan jadi tokoh utama novel lagi, lho. Aku sudah baca yang Pssst! dan suka sama Wira. Dan ketika promo buku ini lagi gencar-gencarnya di twitter, aku langsung masukkin buku ini jadi wihslist. Apalagi kalau bukan karena Wiranya, hehehe. Kalau di Pssst! aku nyesek karena Wira, dibuku ini aku dibuat senyum-senyum sama tingkahnya Wira, apalagi kalau lagi menggoda Abby. Serasa aku yang digodain soalnya, hahaha.

Untuk ceritanya sendiri, sebenarnya aku suka. Hanya saja terkesan lambat. Jujur, aku cuma suka banget tuh pas mereka di Singapura sampai endingnya. Yang di Penang seru sih mengikuti perjalanan mereka, tapi ya gitu. Alurnya lambat banget, sampai aku bosen. Konfliknya enggak maju-maju. Kalau pas di Singapura, setelah nonton balet sampe ending nggak kerasa udah habis saja bukunya.

Dan aku juga suka twist-nya. Enggak ngerti lagi kenapa alasannya itu. Nyesek mendengar penjelasan Andre. Sampai aku nulis resensi ini, aku masih enggak percaya, hehe.

Buku ini quote-able sekali. Banyak post-it yang kutempel utuk menandai kutipan-kutipan mak jlebnya.

“Maafin itu nggak cuma tentang orang yang berbuat salah sama kita, By. Tapi, juga tentang ngobatin luka hati kita.” (hal. 199)

Pada setiap kepergian, sakit bukan hanya milik mereka yang ditinggalkan, melainkan juga milik mereka yang memilih pergi. (hal. 223)

Tapi, kalau mau jujur, bukankah sebenarnya kita semua kumpulan masokhis, disadari ataupun tidak? Terlalu sering kita sengaja membuka kenangan menyakitkan atau menyedihkan lalu menyesapnya kembali. Membuka luka yang belum benar-benar mengering. Luka yang tidak akan pernah kita biarkan mengering karena kita mencandu rasa skit itu. (hal.17)

Favorite Scene :

Huwaa, ada yang baru di resensi Pink’s Review. Mulai tahun 2017, di tiap resensi novel yang aku buat akan ada bagian yang namanya ‘Favorite Scene’ dimana di bagian itu akan aku tulis adegan-adegan favoritku di novel yang bersangkutan.

Untuk novel My Wedding Dress sendiri ada banyak adegan favoritku, terlebih ketika Wira menggoda Abby. Tapi, yang paling favorit adalah adegan :

Di halaman 173-175, dimana Abby menanyakan rumah impian Wira dan dijawab Wira sebagai pasangan hidupnya kelak. Jawaban Wira tuh bikin pengin nyalonin diri jadi istrinya deh, ups. Dan alasan Wira yang sudah mengeksplor dunia tapi tetap menyisakan Indonesia itu maniiis banget, ya ampun. Wira husband material banget ih.

Novel ini aku rekomendasikan untuk kalian pecinta novel bergenre romance dan dibumbui dengan travelling. Selamat jalan-jalan bareng Abby dan Wira!

untitled

 

Iklan

2 thoughts on “[#51 Book Review] My Wedding Dress

  1. travelling pake gaun pengantin? wah si Abby tampaknya sudah gila…hahha

    Suka

Your Opini?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s