Pink's Review

~ a book blog by ima ~

[#50 Book Review] Re-Write

Tinggalkan komentar

26242020Judul : Re-Write

Penulis : Emma Grace

Penyunting : Tri Saputra Sakti

ISBN : 9786020321158

Tahun Terbit : Oktober 2015

Penerbit : GPU (Young Adult)

Halaman : 256


Sinopsis :
Kehidupan Beth Samodro berjalan seperti layaknya gadis berumur dua puluh tahun. Ia kuliah di Sydney. Memiliki keluarga yang sayang padanya. Jatuh cinta luar biasa pada laki-laki yang telah ia kenal sejak sekolah menengah di Jakarta.

Perjalanan hidup Derick Bhrasongko dimulai dari kota Sydney. Ia lahir dan besar di kota tersebut. Ia tak suka pada orang Indonesia. Masa lalu telah mengajarnya untuk membenci gadis lemah yang hanya bisa menganggukkan kepala dan menurut pada orang lain, atas nama cinta.

Beth dan Rick memiliki latar belakang dan pribadi yang berbeda. Kesamaan di antara mereka hanyalah sama-sama menyimpan rahasia kelam yang membebani langkah mereka saat ini. Kedua manusia yang tak pernah cocok untuk bersama dalam kondisi apa pun. Lalu pada satu persimpangan, jalan mereka bertemu.

Dan garis hidup berkata lain.


Review :

“Ketika kau peduli kepada seseorang, terluka adalah syaratnya. Terluka merupakan satu bagian yang akan kauterima dan pasti kauterima. Terluka adalah sesuatu yang takkan dapat kautolak.” (hal. 153)

Cerita dibuka dengan adegan Beth yang patah hati karena sahabat yang sudah lama ia cintai, Jared, memiliki pacar baru. Namun, walau begitu Jared tetap menganggap dirinya istimewa dan itu meluluhkan hati Beth. Tak hanya itu saja, tiap kali Jared meminta sesuatu, Beth tak ‘kan pernah bisa menolaknya.

Hingga suatu hari, Jared meminta Beth untuk menggantikan dirinya bekerja di FashionSheet. Tentu saja, Beth yang buta akan fashion menolak mentah-mentah permintaan Jared. Namun, dengan seribu satu alasan, Jared dapat membuat Beth mengatakan ‘ya’, tetapi dengan syarat hanya untuk satu bulan saja.

Belum satu bulan, Jared sudah meminta Beth untuk menambah waktu menjadi dua bulan, bahkan lebih. Jared lebih memilih menemani Gwen, kekasihnya, ke studio tari. Beth kesal sekali. Dan lagi-lagi dia tak dapat menolak permintaan Jared.

Hidup terlalu singkat untuk dihabiskan hanya dengan memeriksa ponsel. Hidup terlalu pendek untuk dilalui dengan berharap, lalu kecewa. (hal. 52)

Tanpa diduga, disanalah ia bertemu dengan cowok tampan bernama Rick. Di awal-awal pertemuan mereka, Rick sangat menyebalkan. Membuat suasana kerja menjadi sangat buruk bagi Beth. Terlebih, Rick sangat membenci Indonesia, sedangkan dirinya merupakan orang Indonesia. Semakin parahlah kebencian yang menguar dari diri Rick. Apa yang sebenarnya membuat Rick seperti itu pada Beth?

^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

Setelah menamatkan karya Kak Emma yang Pay It Forward, aku jadi suka dengan gayanya bercerita. Selalu penuh dengan kutipan-kutipan magis.

Sama seperti Re-Write ini. Sungguh, jangan mengira ini hanyalah kisah mengenai cinta antar sahabat ataupun jenis cerita cinta yang lain. Karena, jalan ceritanya benar-benar diluar dugaan.

“Tahukah kau betapa rendah perbuatan seorang laki-laki yang menyalahgunakan kebaikan hati seorang perempuan? Memberikannya harapan, lalu meremukkan dan melumatkannya hingga tak bersisa?” (hal. 211)

Aku benci dengan Jared. Sungguh, benci sekali. Kupikir, baik, yah, setidaknya dia tetap ingat sahabatnya. Tapi sungguh, ketika Jared bercerita mengenai cuti sebulannya pada Rick, aku ikutan emosiii! Persis seperti Rick yang ingin melayangkan tinjunya pada Jared. Seharusnya, tintu saja, Rick!

Aku tahu, karena aku pernah di posisi Beth, walaupun memang enggak separah dia sih. Jadi, aku enggak bisa menjudge dia lemah hanya karena tidak dapat menolak permintaan Jared. Jarednya saja yang kurang ajar.

“Ini tempat yang menyediakan makanan nikmat, suasana enak, dan lagu yang… sesuai seleramu.” (hal. 113)

Nah, ini dia karakter favoritku, Derick Bhrasongko. Walaupun awalnya dia sangat-sangat-sangat menyebalkan, tetapi sebenarnya dia orang yang peduli. Ah, aku suka dengan kalimat-kalimat sarkasnya itu. Mak jleb banget.

Selain Rick, aku juga suka dengan karakter Sheila. Dia kakak yang baik untuk Beth. Interaksi antara Beth dan Sheila membuat hatiku menghangat dan terharu.

Oh, iya, seperti yang kusinggung di atas, cerita ini bukan cerita cinta yang biasa. Lebih dari kisah cinta antara Beth dan Rick, ada yang lebih dalam daripada itu. Mengenai masa lalu Rick dan mengenai kebiasaan-kebiasaan Beth. Benar-benar kisah yang membuatku terenyuh.

‘Penyesalan seharusnya tidak perlu terjadi. Penyesalan hanyalah permainan kenangan. But still, I miss us. The old us we used to be.’ (hal. 134)

Ada satu adegan dimana hati terasa seperti diiris-iris, yaitu ketika Beth menceritakan masa lalunya pada Rick. Dan, yep, aku menangis saat membaca epilognya.

“Hidup tak berhenti ketika kita kehilangan. Kita harus tetap berjalan, sesakit apa pun itu. Hanya saja percayalah, waktu memudarkan luka. Percayalah itu ketika hatimu sakit.” (hal. 248)

raterwDiikutkan dalam Indonesian Romance Reding Challenge 2016.
Diikutkan dalam Young Adult Reading Challenge 2016.
Iklan

Your Opini?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s