Pink's Review

~ a book blog by ima ~

[#48 Book Review] The Chronicles of Audy: 02

1 Komentar

30255107Judul : The Chronicles of Audy: o2

Penulis : Orizuka

Penyunting : Yuli Yono

Proofreader : KP Januwarsi

ISBN : 9786027742864

Tahun Terbit : Juli 2016 (Cetakan Kedua)

Penerbit : Haru

Halaman : 364


Sinopsis :
Hai. Namaku Audy.
Umurku masih 22 tahun.
Hidupku tadinya biasa-biasa saja, sampai cowok yang kusukai memutuskan untuk meneruskan sekolah ke luar negeri.
Ketika aku sedang berpikir tentang nasib hubungan kami, dia memintaku menunggu.
Namun ternyata, tidak cuma itu. Dia juga memberikan pernyataan yang membuatku ketakutan setengah mati!
Di saat aku sedang kena galau tingkat tinggi, masalah baru (lagi-lagi) muncul. Seseorang yang tak pernah kulirik sebelumnya,sekarang meminta perhatianku!
Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang sepertinya selalu ribet.
Kronik dari seorang Audy.

Review :

Aku enggak tahu ini bisa disebut resensi atau tidak. Karena tidak seperti biasanya, resensi kali ini aku tidak mau menuliskan ringkasan isi yang biasanya selalu kubuat di resensi lainnya. Karena, novel ini bener-bener bikin nyesek, Bung!!

Takutnya, kalau aku memaksakan bikin ringkasannya, itu malah akan spoiler. BIG NO, aku enggak mau ngespoilerin kalian, haha!! Biar kalian yang belum baca, bisa tetep penasaran, hahaha *ketawa jahat*.

Jadi, mungkin resensi kali ini hanya berupa curhatan semata 😀

Gini, setelah novel ini resmi dirilis, aku enggak mau lihat-lihat berita tentang novel ini. Pokoknya menghindari banget deh orang-orang yang bahas novel ini. Soalnya untuk seri terakhir ini, aku enggak mau dapet bisikan mengenai isinya. Soalnya, waktu Audy: 21, saking kepo sama apaa gitu (lupa), pokoknya yang berkaitan sama R2 dan R3, aku nekat baca resensinya di goodreads. Nah, untuk seri terakhir ini nahan banget deh buat buka-buka resensinya.

Dan, pada akhirnya, aku baru bisa beli beberapa hari yang lalu. Yah, karena si R3-nya ini mau lanjut kuliah ke luar negeri, dan kebetulan seseorang di sana juga mau pindah ke SF, bapernya jadi berkali-kali lipat deh. Itulah yang membuatku menunda untuk beli novel ini.

Yaudahlahya, kelamaan sesi curhatnya nanti.

Singkat kata, setelah satu perjalanan roller coaster, aku jatuh cinta kepada anak ketiga keluarga ini, yang secara kebetulan adalah cowok tujuh belas tahun dan ber-IQ 152, yang rumitnya tidak terkira, yang akan berkuliah di luar negeri dalam waktu beberapa bulan lagi. (hal. 12)

Dari yang aku tangkap setelah menuntaskan baca buku terakhir dalam seri The Chronicles of Audy ini, semua berawal dari keinginan Rex untuk kuliat di MIT. MIT itu berada di Cambridge, Amerika Serikat, dan itu sangaaaat jauh dari Indonesia. Itu membuat semua orang galau tingkat tinggi. Mulai dari Audy, hingga saudara-saudaranya.

Audy sudah yakin bahwa dia jatuh cinta pada Rex, tetapi Rex malah mau pergi. Dan, hei, lebih parahnya cowok itu melakukan hal yang tidak sepatutnya anak umur tujuh belas tahun lakukan dan menyuruh Audy untuk menunggu. Yah, mungkin saja si Audy ini tidak akan berpaling dari Rex, nah si Rex ini kalau kepincut sama gadis-gadis Amerika sana gimana, coba? Yang baper kan enggak cuma Audy , yang nulis ini juga akan ikut baper.

Rex sudah mau pergi dan sudah saatnya mereka sadar bahwa mereka menyayangi satu sama lain. (hal. 21)

Tetapi, Audy bisa menyingkirkan masalahnya sejenak dan memikirkan kehidupan keluarga Rashad itu, terlebih untuk Rex dan Rafael. Kakak beradik itu sebenarnya mirip, sangat mirip malahan, tetapi kenapa bisa enggak akur, ya? Dan itulah yang sedang dicoba Audy, mengakrabkan kakak-beradik itu. Dan, apa sajakah yang akan dilakukan Audy? Akankah dengan hal-hal absurd bisa mendekatkan mereka berdua? Kalian bisa tahu kalau sudah membaca bukunya, sih.

Tapi nih, ya, masalah yang dihadapi Audy enggak hanya itu, sih. Masih banyak lagi. Nah, biar enggak penasaran, lagi-lagi aku mengharuskan kalian cari tahu sendiri!

“Tapi satu hal yang aku tahu pasti, apa pun keputusanku, dia akan tetap pergi.” (hal. 284)

Sekarang beralih ke adegan-adegan favorit aku. Ada banyak, banyak banget malah. Sepertinya hampir semuanya jadi adegan favorit sih. Tapi, aku pilih tiga saja deh.

Yang pertama, ada adegan dimana Rex menawarkan untuk mengantar Audy ke kosannya. Dan, boom! terjadilah sesuatu itu. Lucuuu, walaupun engga ada manis-manisnya sih, hahaha.

Yang kedua adalah adegan berkebun. Yeay! Itu heart-warming sekali. Apalagi pas bagian es teh manisnya, haha, Audy memang selalu ‘lola’ sih. Terus R3 dan R4 ini menunjukkan kemiripan mereka. Aaaa, lucu bangeeet!

Dan, yang terakhir adalaaah, SKRIPSI AUDY KELAR, CYIIN!! Itu memang harus dirayakan. Bukan dengan perayaan yang biasa saja, musti perayaan yang LUAR BIASA. Dengan dikomandoi oleh Romeo, hahaha. Dan, disitu itu ada adegan dimana aku hampiiir mau nangis, tapi malah nggak jadi. Semua itu gara-gara Romeo! Sebel, deh.

Kalau sebelumnya Rex identik dengan tulang selangka dan peppermint, sepertinya sekarang nambah deh, kemeja hijau, hihihi.. Kapan-kapan nyari kemeja hijau, ah. Dan berkhayal kalau itu punya Rex, tentunya dengan wangi peppermintnya.

Biasanya kan, ada quote yang intinya ‘ketika kita menutup halaman terakhir dan mengalami sesak napas, itu berarti bukunya bagus’. Mungkin bukan sesak napas sih, semacam hangover gitu. Dan, yep, novel ini bikin aku sesak napas.

“Walaupun kamu nggak selalu bisa lihat, tapi kamu tahu keluarga selalu ada bersama kamu. Ya, kan?” (hal. 283).

Pokoknya mah seri terakhir ini komplit banget. Adegan yang bikin hati menjadi hangat, ada. Yang bikin hati menjadi meleleh, ada. Yang bikin nyesek juga banyak.

Dan, thanks to Romeo. Aku jadi pengin punya kakak laki-laki seperti dia. Ahh, so sweet banget sih. Untung saja ketakutan yang disebabkan oleh dia tidak terjadi.

Sebagai penutup, aku mau mengucapkan terimakasih untuk Kak Orizuka yang telah membuat karakter di Audy Series ini begitu hidup dan berarti buatku. Aku tidak mengharapkan ‘O2’ akan menjadi seri terakhir sih, tapi dengan ending yang seperti itu, aku juga tidak mengharapkan ada kelanjutannya. Kecuali, sih, kalau mau bikin cerita  kehidupan Rex di MIT sana, hehe. Sekalia lagi, terimakasih, Kak!

rateo2Sewaktu memberi bintang di goodreads, aku enggak mau ngasih 5 bintang. Bukan karena novel ini masih ada kurangnya, sih. Susah diungkapkan melalui kata-kata, deh. Pokoknya ini the best!!!
Diikutkan dalam Indonesian Romance Reading Challenge 2016.
Iklan

One thought on “[#48 Book Review] The Chronicles of Audy: 02

  1. Ping-balik: [Wrap-Up Post – November 2016] Indonesian Romance Reading Challenge 2016 | Pink's Review

Your Opini?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s