Pink's Review

~ a book blog by ima ~

[#47 Book Review] Replay

1 Komentar

Replay.inddJudul : Replay

Penulis : Seplia

Penyunting : Didiet Prihastuti

ISBN : 9786020323190

Tahun Terbit : November 2015

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Halaman : 204

Bisa dibeli di bukupedia.com


Sinopsis :
Nada pernah berjanji tidak akan membiarkan orang lain bunuh diri. Tapi sejak mengenal Audy, ia kehabisan akal dalam menepati janji tersebut. Audy, gadis yang berulang kali mencoba bunuh diri itu, begitu penuh kejutan.
Ujian tari membuat Nada terpaksa meminta bantuan Nino, pacar Audy, untuk mengiringi komposisi tariannya. Ia tidak memahami perasaan hangat yang timbul setiap melihat pemuda itu bernyanyi sambil memainkan jemari di tuts piano.
Nada tidak menyadari bahwa secara perlahan kehadirannya mengganggu hubungan Nino dan Audy. Perlahan, Nada menjadi orang yang ia benci. Seperti wanita yang merebut ayahnya dan membuat ibunya bunuh diri.
Dapatkah Nada menepati janji?

Review :

“Kalau suatu saat kebahagiaan tak memihak, masih yakin kamu akan jadi orang baik?” (hal.143)

Hubungan Nada dengan ayahnya tak lagi hangat setelah kematian ibunya. Ibunya memutuskan untuk bunuh diri karena perselingkuhan ayahnya dengan sekretarisnya, Diana. Apalagi ternyata perselingkuhan itu membuahkan janin dalam rahim Diana. Nada pun memutuskan untuk pergi dari rumah dan menyewa apartemen. Namun, ayahnya tak putus asa, ia tetap mendatangi Nada walaupun berakhir dengan penolakan.

Tapi kehidupan Nada tak lantas tenang begitu saja. Nada mendapat peringatan dari tetangganya yang lain kalau tetangga sebelah kamarnya selalu membuat keributan. Benar saja, karena suatu siang tetangga sebelah kamarnya yang bernama Audy itu tengah berusaha untuk bunuh diri. Karena trauma dengan kejadian ibunya, Nada tidak mengharapkan hal itu terjadi lagi pada Audy. Apalagi karena alasan Audy yang sangat tidak masuk akal. Cemburu!! Ia bahkan tidak mau mendengar penjelasan dari kekasihnya, Nino, terlebih dahulu. Dan Audy juga suka sekali menghukum Nino kalau kekasihnya itu tidak menuruti keinginannya. Apa yang sebenarnya terjadi dalam hubungan Audy-Nino ini??

Saat ujian tari berlangsung, Nada mendapat bencana. CD musik pengiring tarinya tertinggal di apartemen!! Nada panik. Tapi untunglah ada Nino dan teman-teman satu bandnya di sana. Nino pun membantu Nada untuk jadi pengiring dengan memainkan piano. Terlebih musik pengiring yang Nada pakai memang ciptaan Nino. Dan setelahnya Nada dan Nino menjadi semakin dekat. Hingga pada akhirnya Audy mencium kedekatan mereka.

Bagaimana jika Audy mencoba bunuh diri lagi? Akankah Nada berubah menjadi orang yang ia benci? Dan apakah ia sanggup berdamai dengan ayahnya?

^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

Saat membaca resensi tentang novel ini, ada yang menyebutkan kalau novel ini ada unsur psikologi-nya. Jadi, ekspektasiku tinggi untuk novel ini karena berbau-bau psikologi. Memang benar, ada unsur psikologinya, tapi ternyata tidak sebanyak yang aku harapkan.

“Tetapi kamu juga harus sadar bahwa tidak ada manusia yang benar-benar lurus jalan hidupnya di dunia ini. Tidak ada orang yang sepenuhnya jahat dan sepenuhnya baik. Setiap kita memiliki sifat itu, hanya kadarnya yang berbeda.” (hal. 197)

Cerita ini membuat kita sadar untuk tidak saling menghakimi. Tokoh utamanya, yaitu Nada merasakan posisi dari orang yang ia benci, Diana, yang telah merebut ayahnya dan menyebabkan ibunya meninggal. Walaupun pada akhirnya Nada memilih untuk menjauh dari Nino, tetap saja ia jadi memahami sedikit perasaan Diana, kan? Dan kita bisa berkaca dari peristiwa tersebut.

Awalnya aku sudah takut sekali kalau pada akhirnya Nada dan Nino selingkuh di belakang Audy. Maka di bab-bab awal aku malah membenci Nada. Tapi ketika di pertengahan cerita, dijelaskan bagaimana Nino harus terperangkap bersama Audy, aku mulai bisa bersimpati pada Nino, walaupun yang dia lakukan tetap salah, ya! Dan pada akhirnya, aku mulai menyukai Nada.

Tokoh favoritku bukan Nada, melainkan ayahnya. Ayahnya terlihat sekali begitu menyayangi Nada dan ibunya. Iya, beliau memang sempat khilaf, tapi ketika istrinya meninggal dan beliau begitu terpuruk, aku jadi ikutan sedih. Saat festival tari, saat launching album Nightfall di kampus, itulah saat-saat dimana aku suka sekali dengan Bapak Tito ini.

Karena seperti apa pun bentuknya, masa lalu tidak bisa dilawan, menerimanya sebagai bagian dari perjalanan hidup akan lebih mendamaikan. (hal. 213)

Buat yang butuh wejangan untuk memaafkan masa lalu, bisa banget buat coba baca Replay ini!!

raterepDiikutkan dalam Indonesian Romance Reding Challenge 2016.
Diikutkan dalam Young Adult Reading Challenge 2016.
Iklan

One thought on “[#47 Book Review] Replay

  1. Ping-balik: [Wrap-Up Post – November 2016] Indonesian Romance Reading Challenge 2016 | Pink's Review

Your Opini?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s