Pink's Review

~ a book blog by ima ~

[#45 Book Review] In The Limelight

3 Komentar

25988638Judul : In the Limelight

Penulis : Valerie Aurellia

ISBN : 9786023750627

Tahun Terbit : Juni 2015

Penerbit : Grasindo

Halaman : 216


Sinopsis :
Serena
Sejak kecil satu-satunya yang kutahu adalah berenang. Lebih tepatnya,mengikuti apa yang diinginkan oleh ayah dengan menjadi atlet renang. Belakangan ini aku merasa sangat lelah dengan kehidupanku yang selalu berada di dalam bayang-bayang nama besar ayah yang dikagumi banyak orang. Sampai akhirnya aku mengenal Ash. Untuk pertama kalinya dalam hidup, aku menemukan sesuatu yang sangat ingin kulakukan : berakting bersama Ash di panggung yang sama. Meski itu berarti aku harus keluar dari zona nyamanku,serta membohongi semua orang di sekitarku.
Ash
Klub Drama mungkin tidak memenangkan banyak penghargaan seperti Klub Renang. Namun, usaha kami untuk tampil sebaik mungkindi atas panggung tidak kalah dari klub itu. Tidak akan kubiarkan seorang pun menjelek-jelekkan Klub Drama, termasuk Serena Crawford. Kenapa pula ace tim renang itu masuk Klub Drama? Lebih menyebalkan lagi, aku jadi tidak bisa membencinya setelah melihat usahanya di klub ini. Ugh, semua yang berhubungan dengannya terasa begitu rumit! Serena, kau benar-benar gadis yang membuatku bertanya-tanya tentang banyak hal.

Review :

Mereka tidak tahu kalau terkadang aku ingin memiliki keluarga seperti mereka, keluarga yang lebih “biasa”. Aku jadi tidak perlu merasa tertekan dengan pencapaian anggota keluarga lain.¬† Juga tidak perlu dipaksa melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak kuminati hanya karena ayahku bilang ini “tradisi keluarga”. (hal. 9)

Serena Crawford merupakan perenang terbaik yang dimiliki Shoreline High School. Gadis itu memiliki bakat luar biasa dalam hal renang, atau itu hanya karena latihan terus-menerus yang dilakukannya? Mungkin, karena ayahnya tidak pernah membiarkan Serena melakukan hal lain selain renang. Bahkan ia selalu saja dibanding-bandingkan dengan Tristan, saudara laki-lakinya yang merupakan perenang handal. Ayahnya selalu menilai Tristan lebih hebat dari anak gadisnya itu. Serena lelah akan sikap ayahnya yang terlalu memaksakan kehendaknya.

Suatu ketika, Serena merasakan nyeri pada bagian pundaknya. Ia berpikir kalau itu bukanlah masalah serius. Saat waktunya latihan, Serena mendapati musuhnya di Klub Renang melakukan sesuatu hingga mereka akhirnya bertengkar. Pertengkaran itu diketahui oleh pelatih mereka. Tanpa sengaja, Serena menabrak pelatihnya itu hingga jatuh ke kolam. Kau tahu, pelatih renang Serena ini mirip dengan tokoh antagonis di film animasi The Little Mermaid, Ursula. Karena itu, ketika mendapati pelatihnya jatuh,Serena langsung berlari. Ia berlari hingga sampai ruang auditorium sekolah dan bersembunyi di sana. Namun, di ruangan itu sedang berlangsung pertunjukkan anak-anak Klub Drama. Akhirnya, Serena memutuskan untuk menonton pertunjukkan hari itu. Dan pada sat itulah ia menyaksikan penampilan yang memerankan si tokoh utama, Asher T. Lancaster.

Seelah menonton pertunjukkan itu, ia memutuskan untuk memeriksakan kondisi pundaknya pada kakaknya, Gwen yang berprofesi sebagai dokter. Gwen bilang, ia harus beristirahat total selama beberapa minggu dan hal itu membuatnya senang. Karena ia dapat berisitirahat sejenak dari aktivitas renang itu, dan ayah tidak akan mengomelinya.

“Karena dia membenciku. Aku telah melukainya karena berbohong. Akan lebih baik kalau dia tidak melihatku.” (hal. 181)

Untuk mengisi waktu istirahatnya, gadis itu tertarik mengikuti audisi yang diadakan oleh Klub Drama. Ia mulai menyukai drama setelah melihat pertunjukkan waktu itu dan karena Ash. Alasan yang konyol bukan? Tapi ternyata Klub Drama tidak buruk dan Ash tidak seperti yang ia pikirkan. Ia mulai mencintai aktivitas barunya. Namun, apa jadinya kalau ia harus berbohong demi tetap berada di Klub Drama? Dan, apakah ayah akan mengijinkannya?

^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

Seri dongeng kedua yang aku baca. Masih dengan menceritakan kembali dongeng karya Hans C. Andersen yaitu The Little Mermaid. Kisah dongengnya sendiri tentang putri duyung yang jatuh cinta pada pandangan pertama kepada seorang pangeran dan ia memutuskan menukar siripnya menjadi sepasang kaki agar ia bisa bertemu dengan pangeran itu. Lagi-lagi dongengnya tidak berakhir bahagia, karena usaha si putri duyung harus berakhir sia-sia.

Novel ini menceritakan tentang Serena yang gemar berenang, ia jatuh cinta pada Ash karena melihatnya begitu menawan saat di atas panggung. Namun, ia tak bisa mengungkapkannya karena ada seseorang yang menghalangi mereka.

Sejujurnya, In The Limelight kurang berasa kisah dongengnya, tidak seperti dongeng di novel Take Off My Red Shoes yang sangat terasa unsur dongengnya. Tapi, di luar itu aku tetap menikmati bagaimana kisah Serena dan Ash ini terjalin.

“Apa kau percaya pada cinta pada pandangan pertama?” (hal. 38)

Diceritakan dari sudut pandang orang pertama, yaitu Serena dan Ash secara bergantian. Tapi sepertinya Serena mendapatkan porsi lebih banyak, dan aku lebih bisa mendalami karakternya dan bisa berempati dengan kisahnya. Sosok Ash yang begitu menawan, aku setuju sekali dengan Serena. Hanya saja latar belakang kehidupannya tidak begitu digali hingga aku penasaran kenapa cowok itu bisa begitu dinginnya.

Dad, meski masa depan yang terjamin terdengar menyenangkan, aku tidak mau menghabiskan masa mudaku melakukan sesuatu yang tidak pernah kusukai. Dibandingkan memikirkan masa depan, aku lebih memilih menikmati masa kini.” (hal. 202)

Cerita yang membuat kita berpikir kalau kita bisa membuat orang tua kita mengerti akan pilihan yang kita ambil apabila kita bisa berbicara dengan mereka dari hati ke hati.

Cerita yang tidak terlalu berat dan dapat dinikmati oleh remaja yang meginginkan kisah romantis ala anak SMA, yang tentu saja tidak menye-menye. Kalian pasti akan suka dengan Ash, apalagi di adegan di bab akhir, aku aja mesem-mesem dibuatnya. Kan, jadi pengin digituin sama Ash, eh cowok yang lain juga boleh, hehe.

rateitlDiikutkan Young Adult Reading Challenge 2016.
Diikutkan Indonesian Romance Reading Challenge 2016.
Iklan

3 thoughts on “[#45 Book Review] In The Limelight

  1. ih kovernya cantik banget ya. pengen baca jadinya gegara lihat kovernya.

    Suka

  2. Ping-balik: [Wrap-Up Post – April 2016] Indonesian Romance Reading Challenge 2016 | Pink's Review

  3. Ping-balik: [Wrap-Up Post – November 2016] Indonesian Romance Reading Challenge 2016 | Pink's Review

Your Opini?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s