Pink's Review

~ a book blog by ima ~

[#44 Book Review] Take Off My Red Shoes

4 Komentar

Cover_Take off My Red ShoesJudul : Take Off My Red Shoes

Penulis : Nay Sharaya

Penyunting : Anin Patrajuangga

ISBN : 9786023750580

Tahun Terbit : Juni 2015

Penerbit : Grasindo

Halaman : 244


Sinopsis :
Atha
Aku hanyalah seorang gadis yang terlalu lama memendam kesunyian. Hanya dua hal yang paling kuinginkan dalam hidupku. Mendapat tempat yang sama seperti Alia, saudara kembarku. Dan mendapat perhatian dari Ares, kakakku yang sempurna. Aku tak pernah ingin menyingkirkan siapa pun.
Alia
Aku memiliki semuanya. Memiliki semua yang tak dimiliki Atha. Mama dan Ares menyayangiku lebih dari segalanya. Tapi, ada seseorang. Dia satu-satunya orang yang selalu berada di samping Atha. Apakah salah jika aku ingin memilikinya juga?
Ares
Aku menyayangi kedua adikku dengan caraku sendiri. Dengan cara yang salah. Saat aku menyadarinya, semuanya sudah terlambat. Salah satu dari mereka menempuh jalannya sendiri dan akhirnya tersesat.
Kegan
Ada seseorang yang mengacaukan pikiranku. Seorang gadis bersepatu merah yang aneh. Kau tak akan pernah tahu apa yang ada dalam pikirannya. Tapi yang kutahu, sejak awal mengenalnya, matanya tak pernah berhenti menatap Ares, kakak lelakinya yang sekaligus adalah sahabatku sendiri.

Review :

Kesepian tidak lagi menjadi milik mereka berdua. Alia berhasil melepaskan diri dan meninggalkan Atha sendirian di belakang. (hal. 23)

Athalia (Alia) dan Natasha (Atha) adalah saudara kembar tidak identik yang sudah tinggal di panti asuhan sedari kecil. Pada saat perayaan ulang tahun, keduanya mendapat hadiah dari ibu panti. Alia mendapatkan sepatu beledu warna merah dan Atha mendapatkan buku dongeng. Namun, mata Atha tak pernah lepas dari sepatu merah yang kini selalu dipakai saudarinya.

Suatu hari, ada sebuah keluarga yang ingin mengadopsi Alia. Atha yang mengetahui hal itu tentulah sedih, karena satu-satunya keluarga dan teman yang ia punya harus direnggut dari sisinya. Namun, entah bagaimana, akhirnya Atha ikut diadopsi oleh keluarga itu.

Beranjak remaja, obsesi Atha pada sepatu dan warna merah semakin menjadi. Gadis itu meyakini kalau sepatu merah membawa keberuntungan pada pemakainya, seperti halnya yang terjadi pada Alia. Lihatlah, gadis itu. Alia yang dulu dihadiahi sepatu merah sekarang menjadi putri kesayangan Mama dan selalu mendapat perhatian lebih dari Ares, kakak mereka. Atha menyadari hal tersebut, begitupun tetangga sekaligus sahabat Ares, Kegan.

Kegan bertanya-tanya, apa yang salah dengan keluarga tersebut? Mengapa Ares harus memperlakukan Atha berbeda dengan Alia? Terlebih, apa yang disembunyikan oleh Atha?

^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

Sudah lama tertarik untuk membaca buku seri dongeng yang diterbitkan oleh Grasindo ini. Seri dongeng ini kalau tidak salah ada empat buku, yang salah satunya adalah buku ini, Take Off My Red Shoes karya Kak Nay. Sebelumnya aku belum pernah membaca karya-karya Kak Nay yang lainnya, jadi buku ini menjadi perkenalanku dengan penulis.

Take Off My Red Shoes ini terinspirasi oleh dongeng yang ditulis oleh Hans C. Andersen yang berjudul ‘Sepatu Merah’. Sebelunya, aku belum pernah baca dongeng tersebut, tetapi dari beberapa penggalan yang terdapat di dalam novel ini, akhir ceritanya begitu suram ya, tidak happy ending. Obsesi sang gadis terhadap sepatu merah membawanya pada kisah hidup yang malang. Lalu, bagaimana dengan Atha?

Meskipun ia tak tahu mana yang lebih penting baginya sekarang, membuat Atha berhenti atau membuat Kegan sadar, siapa gadis yang ia pedulikan itu. (hal. 162)

Cerita ini sangat penuh misteri, tetapi bukan jenis misteri yang ada pada genre thriller ataupun horor, tidak semenakutkan itu. Misterinya itu berhasil membuatku penasaran sekali hingga rasanya tidak sanggup beranjak dari tempatku membaca. Kak Nay pandai sekali menyelipkan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya akan kalian temukan di akhir cerita. Sebenarnya dipertengahan pun kalian akan bisa menebak, tapi rasanya aku menyangkal semua tebakanku persis seperti apa yang dilakukan Kegan, berusaha untuk tidak mempermasalahkan kecurigaan hingga si pencerita menceritakannya sendiri.

Beberapa tahun berlalu, Alia baru menyadari bahwa ia seharusnya mencegah Atha menyembunyikan dan menyimpan semuanya, tapi ternyata ia sudah terlambat. (hal. 164)

“Apa menurutmu mencintaiku tidak menyenangkan?” (hal. 174)

Aku merasa berempati terhadap kisah Atha. Mungkin, satu-satunya cara ya memang berusaha untuk baik-baik saja. Sebelum kedatangan Kegan, kalau Atha mengeluh siapa yang akan jadi sandarannya? Ketika tahu kenyataan itu, pasti akan lebih menyakitkan lagi bagi Atha. Aku tahu betul kenapa ia bisa sekecewa itu terhadap keluarganya sendiri. Sikap Mama dan Ares benar-benar tidak mencerminkan sikap keluarga yang seharusnya. Itu pendapatku sebelum mengetahui penyebabnya. Setelah membaca bab-bab akhir, barulah aku bisa merasakan penyesalan kedua orang itu. Bahkan aku menangis saat mama membeberkan rencana masa depan untuk Atha. Sedih, tapi memang itu satu-satunya jalan.

Semua masalah yang dilupakan dan dikubur Atha rapat-rapat hanya bersembunyi untuk sementara, dan menunggu waktu yang tepat untuk menunjukkan diri. (hal. 194)

Untuk tokoh yang aku favoritkan, bukan Atha. Aku hanya berempati padanya, atau mungkin kalau enggak ada cowok jahil ini aku akan memfavoritkan karakternya, haha. Siapa lagi kalau bukan Kegan. Dia bukan jenis cowok badboy yang suka bikin aku mesem-mesem, tapi Kegan ini jenis cowok yang perhatiannya, walaupun kecil, bisa bikin pipi ini memerah atau senyum-senyum sendiri. Selain perhatiannya terhadap Atha, yang aku suka dari Kegan adalah kepekaannya. Dia peka sekali terhadap apa yang terjadi antara Atha, Alia dan Ares atau keluarga itu secara keseluruhannya, ya. Yah, walaupun ternyata ia menolak semua fakta yang terpampang, pada akhirnya ia harus merelakan itu terjadi.

Ah, momen manis antara Atha dan Kegan di bagian epilog tuh favorit banget. Ya ampun, walaupun jahil bisa bikin jantung ini berdegup kencang #eaa.

ratetomrsDiikutkan dalam Young Adult Reading Challenge 2016.
Diikutkan dalam Indonesian Romance Reading Challenge 2016.

 

 

 

 


Terimakasih, ya Kak Yanti. Aku tahu ini dari kakak, selain emang clue-nya mengarah ke blog Kak Yanti, juga definisi buku ini cuma ada di blognya Kak Yanti, 😂.

Dan terimakasih untuk host Blind Date with A Book, Kak Afifah dan Kak Putri. Lain kali diadakan lagi, ya, Kak!!

Psst: foto bukunya menyusul,ya 😊

Iklan

4 thoughts on “[#44 Book Review] Take Off My Red Shoes

  1. Hai Rima, makasih ya udah baca take off my red shoes :))

    Suka

  2. Baru tau kalau buku ini terinspirasi dari dongeng.

    Suka

  3. Ping-balik: [Wrap-Up Post – April 2016] Indonesian Romance Reading Challenge 2016 | Pink's Review

  4. Ping-balik: [Wrap-Up Post – November 2016] Indonesian Romance Reading Challenge 2016 | Pink's Review

Your Opini?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s