Pink's Review

~ a book blog by ima ~

[#41 Book Review] sHe

2 Komentar

25894416

Judul : sHe

Penulis : Windhy Puspitadewi

ISBN : 9786020317946

Tahun Terbit : Juli 2015 (Cetakan ketiga)

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Halaman : 248


Sinopsis :
Dhinar dan Dinar bukan saudara kembar. Mereka memiliki sifat, pola pikir, dan kehidupan yang berbeda, bahkan bisa dikatakan bertolak belakang. Dhinar pendiam, kutu buku, sinis, tertutup, dan sangat cerdas. Sementara Dinar sebaliknya. Kebetulan saja nama mereka mirip, hanya terpaut satu huruf “h”. Kesukaan mereka pada manga dan anime-lah yang membuat mereka akhirnya bertemu. Dan cerita pun dimulai dari sini…
Ini bukan cerita tentang bertukar posisi. Ini juga bukan cerita tentang persaingan. Ini cerita tentang jalinan persahabatan, tentang menemukan cinta dan jati diri.

Review :

“Sejak kapan cewek mesti mengambil langkkah duluan?” (hal. 24)

Dhinar dan Dinar. Dua cewek bernama hampir sama, yang membedakannya hanyalah huruf ‘h’. Mereka pertama kali bertemu di toko buku dan ternyata juga sekelas saat kursus bahasa Jepang. Tidak hanya namanya yang sedikit berbeda, tetapi kepribadian dua cewek itupun juga sangat bertolak belakang.

Dhinar merupakan anak kebanggaan orangtua. Dhinar mau-mau saja menuruti apa yang menjadi keinginan orangtuanya. Sebaliknya, Dinar akan menentang habis-habisan apa yang menurutnya tidak sesuai dengan kehendak hatinya.

Sama-sama menyukai komik dan anime, Dhinar dan Dinar pun saling mengenal satu sama lain. Secara tidak sadar mereka saling iri akan kehidupan yang mereka jalani.

Lalu, bagaimana kelanjutan kisah Dhinar dan Dinar ini?

^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

Setelah membaca Incognito dan Touche, aku jadi kepngin baca karya Kak Windhy yang lain dan akhirnya kebaca juga sHe ini.

Mengapa dia harus menuruti apa yang ‘benar’ menurut pendapat orang kalau dia sendiri sudah tahu yang ‘benar’ bagi dirinya sendiri? (hal. 183)

Ceritanya sederhana ya, tentang seseorang yang mencari jati dirinya. Mungkin ada yang pernah mengalami hal yang sama dengan Dhinar? Atau malah lebih senang menjadi beda seperti Dinar? Kalau aku sih, enggak termasuk keduanya. Untunglah, orangtua-ku tidak telalu mengekangku, kalaupun dikekang, sepertinya aku enggak akan seberani Dinar deh.

Jujur saja, aku lebih bersimpati dengan Dhinar. Soalnya, tindakan yang dilakukan Dinar terbilang ekstrim, sih. Yah, gimana ibunya enggak ngomel ya, wkwk.

“Kami menikmati setiap detik yang kami lakukan demi acara ini, suka maupun dukanya, dan kelak kami akan mengenangnya. Mengenang sambil tersenyum bahwa kami pernah melakukan sesuatu untuk memberi makna hidup kami yang sebenarnya.” (hal. 128

Di luar itu semua, aku sangat sangat menyukai Flemming. Namanya unik, yah. Dia cowok yan tengil banget sih. Terus cowoknya Dinar, si Sapu, juga bikin klepek-klepek sama perhatiannya.

Secara keseluruhan buku ini baguuus banget. Enggak cuma remaja aja yang bisa baca buku ini, orangtua pun kalau mau bisa baca bukuni. Siapa tahu kesentil juga dengan ucapannya Flemming ke bapaknya Dhinar, haha.

ratesheDiikutkan dalam Indonesian Romance Reading Challenge 2016.
Diikutkan dalam Read at Your Own Risk Challenge 2016
Iklan

2 thoughts on “[#41 Book Review] sHe

  1. Ping-balik: [Wrap-Up Post – April 2016] Indonesian Romance Reading Challenge 2016 | Pink's Review

  2. Ping-balik: [Wrap-Up Post – November 2016] Indonesian Romance Reading Challenge 2016 | Pink's Review

Your Opini?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s