Pink's Review

~ a book blog by ima ~

[#40 Book Review] Rust in Pieces

Tinggalkan komentar

25060778

Judul : Rust in Pieces

Penulis : Nel Falisha

Penyunting : Anida Nurrahmi

ISBN : 9789799108333

Tahun Terbit : Maret, 2015

Penerbit : Ice Cube

Halaman : 224


Sinopsis :
“Pantas belakangan ini pernak-pernikku hilang satu-satu. Ternyata dia pelakunya!” Sarah menunjuk-nunjuk ke arah Tiana.
Yunita memicingkan mata dan melipat lengan di depan dada.
Pom-pom merah jambu tergeletak di kakinya. “Baru kemarin ikat rambut favoritku hilang.”
“Bukan gitu, aku cuma mau pin—”
“Nonsense!” cetus Sarah.
Yunita menyeringai puas. “Kamu klepto, Ti.”
Usaha Tiana mempertahankan popularitas di SMP sia-sia setelah aksi mengutilnya dipergoki teman-teman di klub pemandu sorak. Tak hanya didepak dari klub, ia juga harus menerima julukan Miss K alias Miss Klepto hingga lulus sekolah. Namun Tiana tidak bisa berhenti mengutil. Ia frustrasi dan memutuskan untuk menghindar dari teman-teman lamanya dengan memilih SMA yang berbeda. Sayangnya, prediksi Tiana meleset. Masih ada Dinda yang di SMP dulu ikut memusuhinya setelah aib Tiana terbongkar. Ada Stefan yang terkenal kepo dan tahu ada yang tak beres dengan Tiana. Ada Sherry yang sering memperhatikan Tiana dari jauh. Ada Ardhan yang cuek tapi berani bicara frontal. Semua orang tampaknya mencurigai tindak-tanduk Tiana. Tiana pun sadar ada yang salah dengan dirinya. Namun Tiana tetap tak mampu mengendalikan jari-jarinya.

Review :

“Aku korban, tapi aku juga pelaku. Aku pernah jadi orang yang menekan orang lain juga. Akibatnya, aku sekarang jadi begini.” (hal. 208)

Bermula dari tantangan teman-teman populernya sewaktu SMP, Tiana Angelita malah ketagihan mengutil. Hingga pada akhirnya ia harus rela digencet bahkan didepak dari klub pemandu sorak.

Memasuki SMA, Tiana yakin ia tidak satu sekolah dengan teman-temanna dari SMP yang melabelinya dengan sebutan Miss K atau Si Klepto. Tiana hanya berharap masa SMAnya berjallan dengan damai. Tapi sepertinya usaha Tiana untuk menyembunyikan penyakitnya gagal. Karena ada Stefan yang tingkat kekepoannya sudah di ambang batas, ada pula Sherry yang mempunyai pengalaman dekat dengan penderita kleptomania, dan ada juga Ardhan yang diam-diam memperhatikannya.

Bagaimana Tiana menjalani kehidupan SMAnya yang sudah jauh dari kata tenang? Apakah ia bisa menerima dirinya sendiri kalau ia sakit?

^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

Beberapa minggu yang lalu, aku ikutan Wabah Review yang digagas oleh Kak Putri @ Putri Review. Alhamdulillah, aku terpilih sebagai salah satu agen #WabahReview-nya dan berhasil mendapatkan novel YARN yang sudah lama sekali aku incar, Rust in Pieces.

Kenapa aku memilih buku ini? Buku ini mengangkat tema tentang penyakit kejiwaan, yaitu kleptomania. Bahkan aku baru tahu kalau klepto itu adalah penyakit.

Perbedaan antara pelaku kriminal dan penderita kleptomania itu nggak ada di pikiran orang-orang. Intinya tetep satu: sama-sama maling. (hal. 90)

Tiana awalnya menolak untuk memercayai kalau ia sakit. Dia enggak mau berurusan dengan psikolog apalagi psikiater, karena di dalam bayangannya seseorang yang berobat ke psikolog maupun psikiater adalah seseorang yang jiwanya terganggu alias gila. Padahal enggak begitu. Psikolog dan psikiater itu menangani penyakit mental, ya enggak menjurus ke ‘gila’ juga sih.

Buku ini bercerita banyak tentang mental seseorang. Dan aku sangat menikmati saat-saat membacanya. Aku jadi paham mengapa Tiana bisa menjadi seorang yang klepto. Dan aku juga sangat mengerti mengenai pikiran-pikiran negatifnya. Aku juga suka mengalaminya lho. Dan aku juga enggak terlalu suka bicara di depan umum, ya walau enggak sampai muntah tapi tetap saja ada sesuatu yang dikocok-kocok di perut lalu naik hingga kerongkongan, dan rasanya enggak enak banget. Aku sangat menikmati merasakan kekalutan dan pikiran-pikiran negatif Tiana, entah mengapa. Kesimpulannya aku ngerasa sangat relate dengan Tiana, karakternya terasa nyata sekali.

Untuk menyembuhkan seseorang yang menderita penyakit jiwa ataupun mental , dibutuhkan dukungan dari orangtua maupun teman dekat. Nah, bagian ini yang menjadi bagian-bagian favoritku. Sangat banyak momen dimana Papa-Mama Tiana berjuang untuk bisa memahami Tiana. Tak lupa momen Tiana bersama teman-temannya.

“Sekarang sinarnya emang redup, tapi suatu saat, sinarmu bakal jadi jauh lebih terang.” (hal. 125)

Karena novel ini lebih mengedepankan tentang kekalutan dan keinginan Tiana untuk sembuh, jadi bumbu romannya ada tetapi hanya sedikit. Duh, sayang banget. Tapi aku juga bingung mau milih siapa. #TeamStefan atau #TeamArdhan, ya? Mereka memperhatikan Tiana dengan cara yang jauh berbeda tetapi tetap menimbulkan kesan manis yang nggak berlebihan.

Untuk kasus kekepoan Stefan sebenarnya aku bisa memakluminya sih, karena aku juga pengin jadi psikolog ((aamiin)) jadi suka mengobservasi dan jadi ‘tong sampah’ bagi teman-teman yang butuh tempat curhat. Nah, aku juga tahu kenapa Tiana ngerasa jadi kelinci percobaan si Stefan, enggak salah dia ngerasa seperti itu karena toh aku juga kadang berpikiran kayak gitu kok. Tapi untungnya aku enggak separah Stefan tingkat keponya, hahaha.

raterip

Diikutkan dalam Young Adult Reading Challenge 2016.
Iklan

Your Opini?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s