Pink's Review

~ a book blog by ima ~

[#37 Book Review] Simple Thing Called Love

2 Komentar

24908770

Judul : Simple Thing Called Love

Penulis : Anna Triana

Penyunting : Pradita Seti Rahayu

ISBN : 9786020257815

Tahun Terbit : Februari 2015

Penerbit : Elex Media

Halaman : 280

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Sinopsis :
Cinta itu (harusnya) sederhana. Seperti rasa yang ada di hati Dee-Dee untuk Dido. Juga yang ada di hati Kano buat Dee-Dee. Tapi, semua rumit karena keadaan.
Cinta Dee-Dee tak lagi sederhana karena Dido milik semua cewek remaja. Dido adalah drummer rupawan dari band papan atas, The Cliff. Yang ada di hati Kano pun rumit karena label sahabat melekat pada Dee-Dee dan Kano. Persahabatan yang dibangun di atas permusuhan juga kesamaan selera musik.
Bagaimana Dee-Dee, Dido, juga Kano menyederhanakan keadaan? Benarkah cinta memang sederhana?
Editor’s Note
Fresh, hangat, juga menyenangkan.

*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

Review :

Entahlah, rasanya semua cewek dari Sabang sampai Merauke setuju kalau cowok-cowok yang punya image pendiam, cool, dan misterius seperti itulah yang akhirnya selalu berhasil membuat para cewek jadi semakin terobsesi, kan? (hal. 8-9)

Hmm, novel yang bagus sebenarnya, tapi entah mengapa aku merasa ada yang kurang masuk akal, sih.

  1. Kejadian-kejadian yang menimpa Dee-Dee mulai dari batal nonton konser hingga tiga kali dan keberuntungan Dee-Dee untuk liburan ke Australia secara gratis itu agak dipaksakan sih. Maksudku, kalau menilik dunia nyata sepertinya kejadian yang menimpa Dee-Dee sangat kecil kemungkinannya benar-benar terjadi. Itu terlalu mengada-ada buatku.
  2. Dee-Dee memang sudah 17 tahun, tapi dengan segampang itu dia minum <i>wine</i>? Hm, kalau aku sih pasti akan mikir dua kali sebelum mencobanya. Berbeda kalau dalam beberapa kesempatan saat di Indonesia dia pernah minum ya.
  3. Saat Rini lagi buru-buru ke rumah sakit, apa mungkin untuk Dee-Dee nanya tentang tempat menarik untuk dia kunjungi? Situasinya nggak memungkinkan lho. Rini lagi buru-buru, dan menjelaskan tempat-tempat itu kan lumayan butuh waktu. Apalagi ini lagi genting situasinya. Jadi, rada nggak pas aja. Lagian, memangnya Dee-Dee nggak bisa sms aja gitu? Hmm.

Yang membuatku tetap membaca buku ini adalah gaya menulisnya yang enak banget. Ngalir dan runut. Deskripsi tempat yang cukup jelas membuatku mudah untuk membayangkannya.

“Selama masih ada gue, lo nggak perlu takut karena gue nggak akan pernah ngebiarin lo nangis sendirian,” (hal. 228)

Tapi yang bikin kesal adalah, Kano itu ternyata second-male-nya. Kan aku yang udah TeamKano jadi sebel, huh.

Oh, iya, buku ini pas banget buat para fangirl di lar sana. Karena masih ada kemungkinan lho untuk kalian ‘dekat’ dengan idola kalian, hihi.

ratestcl

Iklan

2 thoughts on “[#37 Book Review] Simple Thing Called Love

  1. Ping-balik: [Wrap-Up Post – April 2016] Indonesian Romance Reading Challenge 2016 | Pink's Review

  2. Ping-balik: [Wrap-Up Post – November 2016] Indonesian Romance Reading Challenge 2016 | Pink's Review

Your Opini?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s