Pink's Review

~ a book blog by ima ~

[#36 Book Review] Kembar Dizigot

1 Komentar

25117674Judul : Kembar Dizigot

Penulis : Netty Virgiantini

Penyunting : Wienny Siska

ISBN : 9786020313979

Tahun Terbit : Maret 2015

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Halaman : 200

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Sinopsis :
Nadhira stres berat ketika pergelangan tangan kanannya cedera akibat ulah Kemal, si Onta Padang Pasir! Ke mana-mana ia harus menggendong tangannya yang dibalut slab gips. Apa-apa pun harus dibantu. Yang lebih menyakitkan, Ayah melarangnya pacaran dengan Narotama, dan kesempatan itu justru dimanfaatkan oleh kembarannya, Bashira, untuk mendekati cowok yang sama-sama mereka sukai itu. Nggak fair! Dasar saudara kembar pengkhianat! Mentang-mentang Bashira lebih cantik dan lebih pintar, ya?

Ketika tangannya sembuh, Nadhira semakin galau mendapati kenyataan ia tak bisa menggambar seperti dulu lagi. Arggh… ternyata begini risikonya jatuh cinta, cemburu, patah tangan sekaligus patah hati kuadrat. Sakitnya nggak cuma di sini—menunjuk dada—tapi di mana-mana.

Untung ada anak-anak “Pintu Belakang” yang terus menyemangati Nadhira berlatih. Hingga akhirnya ia punya kesempatan membalas dendam lewat ilustrasi di majalah sekolah. Ia bertekad membuat Bashira dan Narotama bertekuk lutut!

*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

Review :

“Pusing karena kangen memang bisa sembuh minum obat sakit kepala? Sudah pernah nyoba?” (hal. 48)

Aku dari awal baca seri ini sudah berpihak pada Kemal. Dan dengan diiming-imingi kalimat ‘Ia bertekad membuat Bashira dan Narotama bertekuk lutut’ aku berharap lebih dengan hubungan Nadira dan Kemal, tapi itu hanyalah sia-sia, hiks.

Iya, aku tahu. Apa yang sudah diperbuat Kemal itu salah. Dia cemburu buta pada Raven dan malah menyelakakan Nadhira hingga tangan gadis itu di gips. Bahkan setelah sembuh pun, kemampuan menggambar Nadhira tidak seperti semula. Tapi, tetap saja pesona cowok badung yang melekat pada diri Kemal membuatku buta, halah.

Jujur, aku yang tadinya enggak suka Tama semakin tidak menyukainya. Bagaimana tidak? Tama begitu mudahnya kembali dekat dengan Bashira, kembaran Nadhira, dan kembali mengunjungi Bashira di rumah – yang notabene-nya juga rumah Nadhira. Sakit hatilah tuh si Dhiranya, Hiks, aku juga ikutan kesal.

Sama seperti buku pertamanya, cover buku ini juga sangat memnjakan mata. Ditambah, halaman-halaman di dalamnya ada ilustrasi goresan pensil membentuk gambar yang lucu. Sukaaa!

Sebenarnya di buku kedua ini nggak ada yang spesial. Semua cerita menjelaskan konflik yang belum terselesaikan di buku pertama. Hanya saja banyak penilaian subjektif-ku untuk buku kedua ini, terutama pada Tama dan Bashira.

Mungkin benar kata orang,u cinta bisa membuat orang jadi … gila! (hal. 133)

Namun, perkembangan hubungan Nadhira dan Kemal, serta persahabatan kelompok pintu belakang membuatku terus membaca buku ini hingga halaman terakhir. Suka sekali sama adegan sewaktu makan siomay itu. Kemal benar-benar deh, ah.

“Orang bilang, jodoh itu misteri. Kalau sekarang kamu memilih Tama, bukan berarti kalian bisa terus bersama sampai nikah nanti. Bisa saja akhirnya kamu malah berjodoh denganku. Itu yang namanya misteri. Benar, kan?” (hal. 194)

ratekdDiikutkan dalam Indonesian Romance Reading Challenge 2015.

Iklan

One thought on “[#36 Book Review] Kembar Dizigot

  1. Ping-balik: [Wrap-up Post] Indonesian Romance Reading Challenge 2015 | Pink's Review

Your Opini?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s