Pink's Review

~ a book blog by ima ~

[#21 Book Review] Haru no Sora

1 Komentar

harunoJudul : Haru no Sora

Penulis : Laili Muttamimah

Penyunting : Anida Nurrahmi

ISBN : 978-979-91-0817-3

Tahun Terbit : Februari 2015

Penerbit : Ice Cube (Imprint Penerbit KPG)

Halaman : 298

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Sinopsis :
“Aku berharap musim dingin dapat membekukan rasa sakitku,” ujarku lirih.
“Begitu?” tanya laki-laki itu, asap putih yang hangat keluar dari mulutnya. “Kau pikir, ketika rasa sakit itu membeku, kau tidak akan merasakan sakit lagi?”
“Mungkin begitu.”
“Kurasa kau tidak akan bisa membekukan rasa sakitmu.”
“Kenapa?”
“Karena rasa sakitmu akan mencair ketika musim semi tiba.”
Tiap tahun, Miyazaki Sora selalu menantikan kedatangan musim dingin. Titik-titik putih yang jatuh dari langit berarti tiba waktunya untuk bermain di halaman bersama sang ayah, sementara si ibu akan menyiapkan hidangan lezat di meja makan. Di balik gunungan salju yang menumpuk di halaman, Sora menemukan kehangatan kasih sayang kedua orangtuanya. Namun itu dulu. Sebelum suatu rahasia yang terbongkar di musim dingin tiga tahun lalu merenggut nyawa ibunya. Sebelum judi dan alkohol menjerat perhatian ayahnya. Sebelum Sora memilih melanjutkan hidupnya dengan menapaki jalan yang salah.

*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

Review :

Kini musim dingin berubah menjadi satu masa dengan udara yang amat menggigit, seolah mampu membekukan rasa sakit yang terbenam dalam dadaku. (hal. 3)

Gadis itu, Miyazaki Sora, menempuh cara yang salah untuk menghidupi dirinya dan ayahnya. Ibunya telah meninggal tiga tahun silam. Di musim dingin. Dan semenjak itu ia membenci musim dingin.

Haru, datang ke kota demi mencari seseorang. Seseorang yang telah membuat ia kehilangan ibunya. Dan di kota, ia malah bertemu dengan Sora.

Keduanya telah ditakdirkan untuk bertemu. Keduanya telah jatuh cinta. Tapi pada akhirnya, semua misteri yang terjadi terkuak dengan tiba-tiba. Haru dan Sora, yang baru saja menyicipi kebahagiaan, haruskah kembali menderita?

… saat orang yang kau sayang adalah orang yang membuatmu sakit paling dalam, kau tetap tidak bisa memungkiri kalau kau tidak akan pernah bisa membencinya – apalagi melupakannya. (hal. 282)

^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

Enggak heran, ini menjadi tiga besar dari kontes yang diadakan Ice Cube. Cerita yang sederhana dengan konflik yang ‘sejujurnya’ sederhana, tapi bisa membuatku bergitu terhanyut dengan chemistry para tokohnya. Terlebih gaya penulisan Mba Laili, yang enak sekali untuk dibaca.

Aku paham dengan perasaan masing-masing tokohnya. Bagaimana perasaan marahnya Sora dengan ayahnya. Bagaimana frustasinya sang Ayah hingga mencari pelarian ke sesuatu yang sia-sia. Dan bagaimana hancurnya hati Haru saat tahu siapa dalang dibalik kematian ibunya.

Kehilangan memang selalu membuat hidup seseorang berubah sedikit demi sedikit. (hal. 197)

Dan, aku suka sekali momen Haru dan Sora saat jalan-jalan di desanya Haru. Itu manis. Deskripsi tempatnya, festivalnya, suasananya bikin aku pengin ke sanaaa. Suka banget itu.

Novel ini pada awalnya mungkin terkesan suram, tapi banyak juga kok adegan yang manis-manisnya, hehe.

Masih ada beberapa typo yang aku lihat, seperti pada halaman 50, 182, dan 185. Semoga di terbitan berikutnya bisa diperbaiki.

Jadi, yang mau bacaan ringan yang cukup menguras emosi bisa coba baca Haru no Sora ini.

hnsrateDiikutkan dalam Indonesia Romance Reading Challenge 2015.
Diikutkan dalam Young Adult Reading Challenge 2015.
Iklan

Penulis: andinarima

Penyuka Pink. Penyuka Buku. _Pink's Review_ http://myminilibrary.wordpress.com

One thought on “[#21 Book Review] Haru no Sora

  1. Ping-balik: [Wrap-up Post] Indonesian Romance Reading Challenge 2015 | Pink's Review

Your Opini?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s