Pink's Review

~ a book blog by ima ~

[#17 Book Review] Perfection

2 Komentar

perfJudul : Perfection

Penulis : Farrahnanda

Penyunting : Katrine Gabby Kusuma

ISBN : 9789799108340

Tahun Terbit : Maret 2015

Penerbit : Ice Cube (Imprint Penerbit KPG)

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Sinopsis :
“Dik, tolong lempar bolanya ke sini,” pinta salah seorang kakak kelas sambil menyeka keringat yang mengucur dari kening.
Setengah malas aku menuruti permintaannya, berdiri untuk
mengambil bola basket. Sampai kemudian, salah seorang dari mereka
menyeletuk, “Bola bisa ambil bola, toh?”
Dalam waktu singkat, orang-orang yang ada di sekitar lapangan
basket tertawa. Semua mata memandang ke arahku. Akhirnya aku jadi
pusat perhatian, tapi bukan seperti ini yang kuinginkan.
Hampir seumur hidupnya, Nina berada di bawah bayang-bayang Nila, saudari kembarnya. Wajah mereka identik, tapi Nila yang memiliki tubuh sempurna selalu mencuri perhatian, sementara Nina yang badannya lebih berisi hanya kebagian ejekan. Tapi Nina tidak pernah menjadikan berat badan sebagai masalah utama dalam hidupnya, sampai ia diajak berkenalan oleh Panji, kakak kelas yang menjadi tambatan hati. Tidak mau menyia-nyiakan kejadian langka ini, Nina bertekad untuk menjadi sosok ideal untuk Panji. Dan perjalanan Nina menuju kesempurnaan pun dimulai.

*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*

Review :

Adalah Nina, seorang gadis remaja yang baru memasuki masa-masa SMA. Kembar identik dengan Nila, tapi memiliki proporsi tubuh yang berbeda. Nila dengan tubuh langsingnya, sedangkan Nina harus berbangga diri dengan tubuh ‘subur’nya.

Bercanda? Dari dulu ‘hanya bercanda’ memang selalu menjadi pembelaan untuk mengatai orang lain. Yang mereka, tidak ketahui, ‘candaan’ yang mereka lontarkan itu adalah senjata mengerikan untuk melukai perasaan seseorang. (hal. 51)

Awalnya, Nina hanya jengkel terhadap cercaan yang ia dapat dari teman maupun keluarganya. Bahkan cercaan itu tak membuat Nina menginginkan tubuh langsing seperti kembarannya. Tapi pertemuannya dengan Panji merubah itu semua.

Bisa dibilang Nina dekat dengan Panji karena sejarah. Nina yang mendapatkan buku rekomendasi dari gurunya, membuat Panji mengira kalau Nina menyukai mata pelajaran yang cukup membosankan tersebut. Akhirnya intensitas pertemuan mereka semakin sering terjadi. Dan itulah awal mulanya, Nina terobsesi memiliki tubuh kurus. Demi bisa sebanding dengan Panji.

^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

Covernya yang sedap dipandang mata inilah yang membuatku mengambil buku ini dari rak toko buku. Selain itu, karena ada logo YARN-nya, sih.

Dari awal tahu akan ada seri YARN, aku bertekad untuk mengoleksi semua serinya. Dan, aku harus berbangga dulu dengan satu buku ini.

Menceritakan tentang cewek subur yang akhirnya jatuh cinta dengan cowok tampan. Karena cintalah, akhirnya cewek tersebut mati-matian untuk membentuk pola makan yang ‘sehat’.

Ide dasar ceritanya sih klise yah, tapi eksekusi *cielah* itu yang membedakan. Di sinopsis bukunya kan ada bawa-bawa nama ekskul basket. Ternyata memang si Panjinya itu anak basket, tapi bukan karena embel-embel anak basketnya Nina dan Panji jadi dekat. Tapi karena pelajaran sejarah! Yang menurut sebagian besar pelajar di Indonesia membosankan, ternyata malah jadi kunci kedekatan Nina dan Panji. Itu yang bikin buku ini beda.

Dan lagi, aku suka banget ketika penulis menjadikan sejarah tuh enggak cuma tempelan aja, tapi bener-bener detail sampai buku-buku dan film-film sejarah. Bisa jadi rekomendasi untuk diriku sendiri sih (anggap aja aku juga suka sejarah xD).

Nah, sebenarnya nih, tekad Nina untuk diet itu perlu diacungin jempol. Sungguh, bener-bener-bener niat! Enggak cuman asal ngomong, tapi dia juga menghitung berapa kalori yang masuk dan kalori yang keluar. Niat banget, enggak sih? Tapi, yah, jeleknya si Nina ini, ya itu. Padahal berat tubuhnya udah perfect, eh tetep aja. Disitu tuh aku ngerasa geregetan sama Nina.

“… kalau memiliki ambisi yang terlalu besar, akhirnya akan mengerikan. …” (hal. 43)

Aku enggak bisa ‘jatuh hati’ sama Panji, masa 😦 Tapi, aku suka dengan bromancenya Panji dan Raka. Seperti kata Nina, persahabatan cewek dan cowok tuh beda. Ngeliat persahabatan cowok tuh kayak yang lebih klop. Entahlah, mungkin karena aku cewek, jadi engga bisa merasakan persahabatan antar cowok, haha. Dan juga, kettika Raka jadi semacam ‘mata-mata’ untuk Panji, dia benar-benar peduli dengan Nina. Aku suka perhatiannya Raka!

Tapi, tapi, aku kurang setuju dengan pendapatnya Nina. Menurutku nih, ya, hubungan tuh perlu status. Kalau misalkan ada status kan jelas, si cowok engga bisa lirik sana-sini lagi. Tapi, kalau cowoknya bisa setia sih ya gapapa deh tanpa status, haha.

Karena ini novel pertama Kak Farrah yang aku baca, jadi walaupun memakai sudut pandang orang pertama, di bagian-bagian awal aku kurang bisa masuk ke dalam emosinya Nina. Dan, yah, sedikit bosan bacanya. Tapi setelah bab 7 atau 8 gitu *aku lupa*, mulai seru. Dari situ aku ngga bisa lepas hingga sampai halaman terakhir.

Sayangnya, aku menemukan beberapa typo :

memperhatikan (hal. 19), rasanya kurang pas ketika dibaca “Jadi tadi pagi yang dia memperhatikan buku Mein Kampf, bukan aku

kurang tanda koma (hal. 94), “Iya, tadi Ines bilang Kak Panji cari aku” kataku.

tidak menggunakan huruf kapital pada Kak Panji (hal. 141)

kurang titik (hal. 142)

tidak konsisten, ada tasyakuran, ada pula tasyukuran (hal. 183)

berdering, bukan bordering (hal. 204)

Maafkan aku, akunya lagi teliti nih, hehe.

Ah, jadi pengin baca seri YARN yang lain 🙂

perfrateDiikutkan dalam Young Adult Reading Challenge 2015.
Diikutkan dalam Indonesian Romance Reading Challenge 2015.
Iklan

Penulis: andinarima

Penyuka Pink. Penyuka Buku. _Pink's Review_ http://myminilibrary.wordpress.com

2 thoughts on “[#17 Book Review] Perfection

  1. Ping-balik: [Opini Breng 2015] Side-Kick Character | Pink's Review

  2. Ping-balik: [Wrap-up Post] Indonesian Romance Reading Challenge 2015 | Pink's Review

Your Opini?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s