Pink's Review

~ a book blog by ima ~

[#16 Book Review] People Like Us

1 Komentar

2Judul : People Like Us

Penulis : Yosephine Monica

Proofreader : Dini Novita Sari

ISBN : 9786027742352

Tahun Terbit : Juni 2014

Bahasa : Indonesia

Penerbit : HARU

Halaman : 330

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Sinopsis :
Akan kuceritakan sebuah kisah untukmu.
Tentang Amy, gadis yang tak punya banyak pilihan dalam hidupnya.
Serta Ben, pemuda yang selalu dihantui masa lalu.
Sepanjang cerita ini, kau akan dibawa mengunjungi potongan-potongan kehidupan mereka.
Tentang impian mereka,
tentang cinta pertama,
tentang persahabatan,
tentang keluarga,
juga tentang… kehilangan.
Mereka akan melalui petualangan-petualangan kecil, sebelum salah satu dari mereka harus mengucapkan selamat tinggal.
Mungkin, kau sudah tahu bagaimana cerita ini akan tamat.
Aku tidak peduli.
Aku hanya berharap kau membacanya sampai halaman terakhir.
Kalau begitu, kita mulai dari mana?

*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*

Review :

Amelia Collins. Terkenal karena dua hal: 1) suka menuliskan fiksi tanpa akhir; dan 2) jatuh cinta pada Benjamin Miller, teman seangkatan.

Kadang, mereka lebih menakutkandaripada monster paling menyeramkanyang bersembunyi di kolong tempat tidurmu. (hal. 13)

Amy mengenal Ben ketika berumur duabelas tahun. Percakapan pertamanya dengan laki-laki itu terjadi ketika malam Natal. Tapi sejak saat itu, Ben menghilang. Benar-benar menghilang. Bahkan teman satu kursus musiknya pun tak ada yang tahu.

Lalu, saat masuk sekolah menengah, Amy bertemu kembali dengan Ben. Tak dinyana, Ben sama sekali lupa pada Amy. Tak ingat kalau mereka pernah bertukar ucapan selamat Natal.

Amy tahu ini adalah risiko menyukai seseorang diam-diam; dia harus siap dengan penolakan. (hal. 28)

Dan kabar akan Amy menyukainya pun terdengar. Ben membenci Amy. Ben menganggap Amy sebagai pengganggu–penguntit. Karena dimanapun ia berada, Amy selalu ada di sekitarnya.

Di tahun keduanya, Amy didiagnosa menderita kanker limfa. Dan itu menjadi titik balik hubungan antara keduanya, Amy dan Ben.

Dipaksa Lana, Ben akhirnya mau mengunjungi Amy di rumah sakit. Dan pada Amy lah ia sanggup menceritakan keinginannya, menjadi penulis. Dan Amy, yang senang membantu orang lain, akn membantunya untuk menulis sebuah fiksi dengan baik.

Begitulah akhirnya Amy menjadi sangat dekat dengan Ben. Hal-hal yang sebelumnya hanya ia impikan akhirnya benar-benar terjadi. Berduaan, teleponan tengah malam, sms-an. Semuanya membuat Amy senang. Tapi, apakah itu menjadi pertanda kalau Ben menyukainya? Lantas, bagaimana akhir kisah Amy dan Ben? Berakhir bahagia… atau–kau tahu maksudku.

^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

Wishlist dari tahun lalu baru kesampaian sekarang L Tapi, aku bisa tahu mengapa novel karya Yosephine ini bisa menjuara lomba menulis yang diadakan oleh Penerbit Haru. Yah, walaupun aku bukan jurinya, tapi dari segi pembaca novel ini keren!

Temanya sicklit. Tentang Amy yang menderita kanker dan Ben yang masih dihimpit ketakutan dari masa lalu.

Amy, gadis pemalu. Yang kalau boleh aku bilang, mirip denganku. Tidak suka keramaian. Rasa minder yang agak keterlaluan, tapi Amy sangat baik. Begitu disukai teman-teman dekatnya, tapi tidak cukup disukai oleh Benjamin Miller.

Mereka akrab setelah Ben memberitahu keinginannya pada Amy, dan berguru ke gadis itu.

Selain menceritakan kedekatan dua tokoh utama, penulis juga mengulik keluarga Collins dan Miller. Bagaimana interaksi Amy dan kakaknya, Andrea membuatku kepengin punya kakak perempuan seperti Andrea. Layaknya saudara lainnya, mereka juga sering bertengkar. Tapi, mereka sadar kalau mereka saling menyayangi.

Hanya karena kau mencintai seseorang, bukan berarti kau tidak bisa melukai hatinya. (hal. 306)

“Kadang kau harus keluar dari zona nyamanmu dan bertarung.” (hal. 247)

Dan aku meneteskan airmata tatkala ayah kandung Ben meninggal. Sungguh, itu membuat hatiku terenyuh. Ben, yang pada saat penyakit ayahnya baru terangkat ke permukaan, sangat dekat dengan ayahnya. Bagaimana akhirnya puncak kehidupan Ben diputarbalikkan saat ibunya meminta cerai. Aku tahu itu sangat berat bagi Ms. Miller dan Ben-nya sendiri, tapi memang itu harus dilakukan demi kelanjutan hidup mereka.

Karakter yang aku suka selain dua tokoh utama, tentu saja – adalah Lana, sahabat karib Amy. Mungkin awalnya Ben dekat dengan Amy karena Lana yang sangat menggebu-gebu untuk mendekatkan mereka. Dan Lana, tipikal sahabat yang selalu mendukung Amy dan berada di belakang Amy untuk memberinya semangat.

Dan, jangan lupakan Margareth Miller. Bocah kecil saudara Ben. Adegan saat Amy sedang terpuruk dan Ben menelponnya, tapi malah Madge yang berbicara, itu sungguh manis. Mungkin – mungkin nih, Ben ingin menghibur Amy, tapi karena dia tidak terbiasa bersikap hangat maka dia meminta Madge untuk menyampaikan kata-kata semangat darinya untuk Amy. Oke, itu hanya khayalanku. Tapi, beneran, itu manis banget Ben!

“Aku akan mengenangmu dengan penuh kebahagiaan.” (hal. 305)

Seperti yang kalian duga sebelumnya, Amy memang pergi. Dan karena beberapa waktu lalu, aku juga baru saja ditinggal sahabat baikku, rasanya air mataku ini tidak dapat ditahan lagi. Aku tahu rasanya kehilangan orang yang paling dekat dengan kita. Dan sungguh, walaupun aku tidak menangis, membaca surat Amy membuat kepalaku pusing. Pusing karena kenapa airmata ini tidak mau tumpah sih? Pengin nangis, tapi ngga bisa. Jadi pusing deh. Sungguh, suratnya bikin terenyuh.

Oh, iya. Novel ini walaupun diceritakan dari sudut pandang orang ketiga, tapi ada sesuatu yang berbeda, dan itu unik. Di prolognya itu ada seorang dalang yang akan menceritakan kisah Amy dan Ben ini. Lalu di tiap awalan bab juga ada pesan-pesan dari si dalang. Dan, kamu akan terkejut ketika tahu siapa dalangnya. Kamu mau tahu? Baca dan pastikan sendiri!

plurate Diikutkan dalam Tantangan Membaca ‘Karya’ Dini Novita Sari 2015.
Diikutkan dalam Young Adult Reading Challenge 2015.
Diikutkan dalam Tantangan Membaca HARU 2015.
Diikutkan dalam Indonesian Romance Reading Challenge 2015
Iklan

Penulis: andinarima

Penyuka Pink. Penyuka Buku. _Pink's Review_ http://myminilibrary.wordpress.com

One thought on “[#16 Book Review] People Like Us

  1. Ping-balik: [Wrap-up Post] Indonesian Romance Reading Challenge 2015 | Pink's Review

Your Opini?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s