Pink's Review

~ a book blog by ima ~

[#15 Book Review] Our Story

1 Komentar

oursJudul : Our Story

Penulis : Orizuka

Penyunting : Agatha Tristanti

ISBN : 9786029689419

Tahun Terbit : 2014 (Cetakan Kelima)

Penerbit : Authorized Books

Halaman : 240

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Sinopsis :
Masa SMA.
Masa yang selalu disebut sebagai masa paling indah,
tapi tidak bagi anak-anak SMA Budi Bangsa.
SMA Budi Bangsa adalah sebuah SMA di pinggiran ibukota yang terkenal dengan sebutan SMA pembuangan sampah, karena segala jenis sampah masyarakat ada di sana.
Preman. Pengacau. Pembangkang. Pembuli. Pelacur.
Masuk dan pulang sekolah sesuka hati.
Guru-guru honorer jarang masuk dan memilih mengajar di tempat lain.
Angka drop out jauh lebih besar daripada yang lulus.
Sekilas, tidak ada masa depan bagi anak-anak SMA Budi Bangsa,
bahkan jika mereka menginginkannya.
Masa SMA bagi mereka hanyalah sebuah masa suram yang harus segera dilewati.
Supaya mereka dapat keluar dari status ‘remaja’ dan menjadi ‘dewasa’.
Supaya tak ada lagi orang dewasa yang bisa mengatur mereka.
Supaya mereka akhirnya bisa didengarkan.
Ini, adalah cerita mereka.

*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*

Review :

Akibat kesalahan dari sopir teman ayahnya, Yasmine harus sekolah di SMA Budi Bangsa. SMA yang terkenal akan siswa-siswi yang berbeda. SMA tempat pembuangan sampah, karena segala jenis sampah masyarakat ada di sekolah tersebut. Pembangkang, preman bahkan pelacur.

Sebenarnya Yasmine ingin pindah, tentu saja. Tetapi karena sudah membayar mahal untuk bisa masuk ke sekolah itu, Yasmine mengurungkan niat. Terlebih ibunya yang sedang sakit tetap menginginkan putrinya untuk bersekolah. Jadi, dengan enggan Yasmine tetap menuntut ilmu untuk setahun ke depan.

Selain Yasmine, yang masih normal, adapula Ferris yang menjabat sebagai ketua kelas merangkap ketua OSIS. Ferris terdampar di sekolah tersebut karena ada suatu misi. Misi yang berhubungan dengan Nino, ketua geng di sekolahnya.

Selain itu Ferris sangat menginginkan untuk lulus bareng dengan teman sekelasnya. Dia berusaha mati-matian agar teman-temannya mau mendengarkannya. Teman-teman yang tidak tahu apa yang ingin dilakukannya di masa depan. Teman-teman yang pada usia remaja harus mencari uang dengan mengorbankan tubuhnya.

Walau begitu mereka tetap remaja. Remaja yang menginginkan kehidupan remaja kebanyakan. Mereka masih tujuhbelas tahun. Dan mereka juga menginginkan hal yang sama.

Lalu, akankah semua mimpi mereka terwujud? Akankah mereka lulus bareng-bareng dari sekolah tersebut?

^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

Akhirnya kesampaian juga, baca (plus beli) novel ini! Saat paketannya nyampe, aku baca novel yang lain dulu. Tapi novel itu terhenti di tengah jalan. Lalu malamnya memutuskan untuk baca Our Story ini. Dan sampai pukul duabelas malam, aku tidak bisa menghentikan keasikkan membaca kisah anak-anak SMA Budi Bangsa ini. Benar-benar tidak mau dilepas ceritanya.

Suka banget sama inti ceritanya, konflik yang diangkat juga benar-benar membuatku terenyuh. Di sudut ibukota pasti masih banyak yang seperti itu. Walaupun ini hanya fiksi, sebuah novel pasti melakukan riset. Dan itu benar-benar membuka pandanganku terhadap dunia di luar sana.

Masih banyak remaja-remaja sepertiku yang kurang beruntung. Mereka ingin sekolah, tapi apa daya. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mereka rela melakukan hal-hal yang tak semestinya di usia mereka.

Selain melihat dari sisi para siswa, Our Story juga mengulik bagaimana sikap guru honorer di sekolah itu. Benar-benar membuatku tercengang. Sungguh.

“Ris, kenapa sih guru-guru di sekolah ini nggak ada yang beres?” tanya Yasmine kemudian, teringat lagi pada tingkah Miss Sophie dan guru-guru lain. (hal. 59)

“Karena mereka nggak dibayar dengan cukup,” jawab Ferris lagi. “Guru-guru di sekolah ini cuman honorer, gajinya kecil, dan malah kadang nggak dibayar. …” (hal. 60)

Tahu sih. Tapi tetap aja agak gimana gitu. Yah, sadar juga itu pekerjaan mereka dan mereka pasti butuh uang kan buat kehidupannya. Tapi gimana dengan nasib anak murid kalau kayak gitu? Duh, enggak habis pikir deh.

Lalu untuk karakter, tetap yah. Aku suka Nino! Walaupun bad boy tapi dia agak ngegemesin. Aku persis seperti yang dibilang Yasmine.

“Lo bisa bilang gue cewek aneh,” kata Yasmine, jantungnya mendadak berdegup kencang. “Tapi… gue punya kecenderungan tertarik sama cowok brengsek.” (hal. 93)

Dan aku juga suka sama Mei. Entahlah, walaupun dia pelacur tapi sifat dia yang bikin aku tertarik. Dia baik, sangat baik malah. Enggak seperti Sisca yang judesnya ampun-ampunan.

Seperti kebanyakan novel remaja lainnya, Our Story pun tetap ada unsur romannya. Adegan yang paling aku suka adalah saat Yasmine membeberkan kalau dia mengidap anoreksia. Dan Nino memaksanya untuk makan sebungkus roti. Itu… maniiiis banget!

“Gue nggak peduli,” kata Nino, membuat Yasmine mendongak. “Gue nggak peduli masa lalu lo. Yang penting, selama lo ada deket gue, lo harus makan.” (hal. 111)

Oh, iya, aku juga mau ngomntarin sampul novelnya. Cantik, hitam elegan yang sungguh cantik dengan pernak-pernik sekolah di atas meja.

Ah, ini rekomen banget lah buat kalian para remaja. Remaja-remaja yang beruntung, agar tidak memandang sebelah mata suatu perbedaan di sekeliling kalian.

oursrateDiikutkan dalam Indonesian Romance Reading Challenge 2015
Diikutkan dalam Young Adult Reading Challenge 2015
Iklan

Penulis: andinarima

Penyuka Pink. Penyuka Buku. _Pink's Review_ http://myminilibrary.wordpress.com

One thought on “[#15 Book Review] Our Story

  1. Ping-balik: [Wrap-up Post] Indonesian Romance Reading Challenge 2015 | Pink's Review

Your Opini?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s