Pink's Review

~ a book blog by ima ~

[#11 Book Review] Cinderella Rambut Pink

3 Komentar

crpJudul: Cinderella Rambut Pink

Penulis: Dyan Nuranindya

ISBN: 9789792253856

Tahun Terbit: Januari 2010

Bahasa: Indonesia

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama (Teenlit)

Halaman: 200

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Sinopsis:
Karena dianggap merusak nama baik keluarga besar Montaimana, bertahun-tahun Oscar tinggal di Amerika. Tapi ternyata Oscar nggak berubah. Dia tetap jadi anak nakal yang malas dan hobi berantem. Cuma satu yang dia cintai: membidik objek dari balik kameranya.
Mengetahui di Jogja banyak tempat indah, Oscar langsung terbang ke sana untuk sekalian bertemu Bima, kakaknya. Tapi apesnya, di Jogja kepala Oscar malah jadi sasaran sepatu dekil seorang cewek eksentrik bernama Dara.
Kepribadian Dara yang unik dan mandiri menarik perhatian Oscar. Padahal penampilan Dara agak-agak ajaib untuk seorang cewek. Celana belel, kaus hitam, rambut highlight pink, dan permen karet yang tak pernah ketinggalan di mulut. Sangat ngasal dan berantakan!
Di sisi lain, Dara merasa hari-harinya jadi penuh kesialan. Selain karena sepatunya yang diberi nama Mr. Dekil hilang, Dara juga mendapati pacarnya, Ray, selingkuh. Belum lagi ada cowok bernama Oscar yang sepertinya sok mau tau dengan kehidupannya. Apa maunya sih cowok itu?

*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*

Review:

“Ya, kebetulan karena Cinderella melempar sepatunya tepat di kepala sang Pangeran.” (hal. 144)

Saat Dara akhirnya kelelahan mengejar penjambret sejak di pasar, akhirnya ia memutuskan untuk melempar sepatu kesayangannya, si Mr. Dekil. Ia bersiap mengambil ancang-ancang dan – HAP! Sepatu itu tidak mengenai sasarannya. Malah mengenai seorang laki-laki yang sedang asyik hunting objek untuk difoto.

Mau gimana pun kondisinya, haruslah terdengar ceria di radio. Nggak peduli penyiarnya lagi patah hati kek, nggak punya duit kek, pokoknya semuanya harus terdengar perfecto! (hal. 15)

Oscar Montaimana kembali ke Yogja! Dan membuat kakaknya, Bima, marah besar. Apalagi setelah mengetahui kalau Oscar sudah berkunjung ke Kos-Kosan Soda. Bima tidak mau kalau Oscar sampai membuat ulah terhadap anak kos-kosan tersebut.

Niat awalnya mungkin memang begitu. Tapi ketika ia bertemu Dara, fokus kameranya hanya ke gadis itu. Bahkan saat ia mengikuti lomba fotografi, gadis itulah yang menjadi model dadakannya.

Oscar sudah tahu bagaimana perasaannya terhadap Dara? Tapi, apa gadis itu juga memiliki perasaan yang sama? Terlebih ketika ia tahu kalau kisah hidupnya sudah menjadi konsumsi publik akibat ulah Oscar?

^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

Lagi-lagi baca novel ini untuk kedua kalinya setelah punya sendiri.

Dulu minjem, haha.

Karena mungkin sudah terlalu lama baca untuk pertama kalinya, jadi setelah di baca ulang sensasinya masih kerasa. Deg-degannya, romantisnya, kekeluargaannya.

Kos-Kosan Soda ini mantap banget deh kalau soal kekeluargaan. Yang punya namanya Eyang Santoso, beliau sudah cukup tua. Dan di Kos-Kosan Soda sendiri ada Dara, Aiko, Jhonny, dan Dido. Ada juga Ipank, yang walaupun di ngekos di sana, ia sering berkunjung ke Soda, seperti Bima.

Cinderella Rambut Pink merupakan buku kedua dari tetralogi Kos-Kosan Soda. Buku pertamanya berjudul Canting Cantiq.

Dara, si penyiar radio Velocity dan bekerja juga di toko kaset. Rambutnya yang dihighlight warna pink itulah cinderella di cerita ini. Karakternya yang pekerja keras, berani, dan nggak pernah mengeluh itulah yang membuat seorang cucu Montaimana jatuh hati.

“Yang aku tau, tanpa kesulitan dalam hidup ini, seseorang nggak akan pernah mengenal kebahagiaan, Os.” (hal. 175)

Oscar, seorang laki-laki yang beberapa kali didrop-out oleh sekolahnya. Tipikal bad boy. Tapi cowok ini jugalah yang memperhatikan Dara sebegitunya.

“Ciri-ciri cowok yang bisa bikin 70 persen cewek di dunia ini klepek-klepek itu adalah cowok yang kelihatan cool, perut six pack, agak cuek, dan punya tatapan maut.” (hal. 44)

Bermula dari sepatu kesayangan Dara yang ia lemparkan untuk mengenai penjambret, tetapi malah mengenai seseorang, dan orang itu adalah Oscar. Setelahnya takdir terus mempertemukan mereka.

“Soalnya kalau nggak begini, elo nggak akan pernah percaya kalau gue sayang banget sama elo, Dar.” (hal. 184)

Walau awalnya mereka tidak pernah akur, tetapi dengan intensitas pertemuan yang semakin sering, membuat hubungan keduanya membaik. Mulai dari pengkhianatan Ray, kejutan di lomba fotografi, hingga makan bersama keluarga Montaimana.

Lalu, kisah cinta Cinderella dan Pangeran ini berakhir dengan ……. emm, terharu sih aku, haha.

“Cinderella juga nggak pernah bermimpi bisa hidup bersama pangeran, kan?” (hal. 164)

Dan kejutan-kejutan yang dipersiapkan Oscar benar-benar maniiiis sekali. Makanya, aku sepertinya lebih suka tipikal cowok bad boy, gitu deh. Soalnya perhatian yang mereka berikan tuh sensasinya beda aja. Tapi bukan berarti aku suka sama cowok yang bad nya keterlaluan. Mungkin cuman cowok di novel-novel aja deh yang bad tapi malah menggemaskan, haha.

crprate Diikutkan dalam Indonesian Romance Reading Challenge 2015
Diikutkan dalam Young Adult Reading Challenge 2015
Iklan

Penulis: andinarima

Penyuka Pink. Penyuka Buku. _Pink's Review_ http://myminilibrary.wordpress.com

3 thoughts on “[#11 Book Review] Cinderella Rambut Pink

  1. Ping-balik: [Opini Bareng 2015] Setting Dalam Buku | Pink's Review

  2. Ping-balik: [Wrap-up Post] Indonesian Romance Reading Challenge 2015 | Pink's Review

  3. Ping-balik: [Wrap-up Post] Young Adult Reading Challenge 2015 | Pink's Review

Your Opini?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s