Pink's Review

~ a book blog by ima ~

[#6 Book Review] Girls In The Dark

2 Komentar

 Judul: Girl1s In The Dark

Penulis: Akiyoshi Rikako

 Proofreader: Dini Novita Sari

 ISBN: 6027742313

 Tahun Terbit: Cetakan Kedua, September 2014

 Bahasa: Indonesia (Terjemahan dari Jepang)

 Penerjemah: Andry Setiawan

 Penerbit: HARU

 Halaman: 279

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Sinopsis:
Apa yang ingin disampaikan oleh gadis itu…?
Gadis itu mati.
Ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi, mati.
Di tangannya ada setangkai bunga lily.
Pembunuhan? Bunuh diri?
Tidak ada yang tahu.
Satu dari enam gadis anggota Klub Sastra digosipkan sebagai pembunuh gadis cantik berkarisma itu.
Seminggu sesudahnya, Klub Sastra mengadakan pertemuan. Mereka ingin mengenang mantan ketua mereka dengan sebuah cerita pendek. Namun ternyata, cerita pendek yang mereka buat adalah analisis masing-masing tentang siapa pembunuh yang sebenarnya. Keenam gadis itu bergantian membaca analisis mereka, tapi….
Kau… pernah berpikir ingin membunuh seseorang?

*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^

Review:

Kali ini novelnya aku minjem, engga beli. Dan novel terjemahan Jepang pertama yang aku baca.

Oke, tertarik dengan novel ini karena memang lagi suka-sukanya dengan novel genre mystery-thriller. Dan novel ini hadir membawa konsep yang berbeda. Ekspektasiku cukup tinggi sih. Tapi setelah membacanya, walau ga sesuai ekspektasi, aku tidak terlalu kecewa.

Novel ini menceritakan latar belakang meninggalnya Ketua Klub Sastra SMA Putri Santa Maria dari berbagai sudut pandang anggota klub. Jadi, novelnya berisi satu kisah yang diceritakan masing-masing pembuatnya. Akan ada banyak sudut pandang.

“Cobalah untuk beraktivitas seperti biasanya dengan merenggut sebuah benda yang selalu ada, bernama cahaya. Kau akan bisa merasakan cita rasa baru dari aktivitas yang biasa itu. Sangatlah penting untuk orang-orang yang mendalami sastra untuk tidak terlalu mengandalkan indra penglihat.” (hal. 10)

Jujur, aku suka isinya, tapi gabisa terhanyut dalam misterinya. Bosen. Sumpah. Aku penasaran, deg-degan pas baca bagaimana pemikiran para tokoh terhadap kematian Shiraishi Itsumi. Bagaimana tiap cerita mematahkan pendapat dari cerita lainnya. Ya cuman itu. Cuman penasaran bagaimana Itsumi bisa meninggal. Dibunuh, atau memang dia berniat bunuh diri.

Tapi aku sempet hanyut dalam cerita yang dibawakan Nitani Mirei, sih. Bagaimana dia merasa kalau ia berada bukan di tempat yang seharusnya dan semakin merasa terasingkan di sekolahnya itu. Yah, sedikit banyak sih mirip dengan kepribadianku yang gampang minder dan merendahkan diri. Jangan ditiru, oke! Tapi ternyata, Mirei-san benar-benar diluar dugaan.

*FYI: aku nulis review ini ketika enggak berani baca cerita dari Itsuminya.

“Bukankah kita diajari supaya kita memaafkan orang yang bersalah pada kita?” (hal. 95)

Awalnya aku suka dengan persahabatan Shiraishi Itsumi dan Sumikawa Sayuri. Tapi sungguh, endingnya benar-benar tak terduga. Di awal, aku mengira Itsumi gadis yang benar-benar anggun dan baik hati, tapi – ah, sudahlah. Tapi aku masih bingung, Itsumi ada dimana sebenarnya.

“Pegang rahasianya, rebut tempatnya berada, dan sudutkan. Menggenggam rahasia seseorang sama dengan menggenggam jiwanya.” (hal. 227)

Ah, tapi kadang aku memikirkan hubungan gadis-gadis ini. Mereka mencintai Itsumi? Seperti mencintai laki-laki, kah? Sungguh, deskripsi tentang penjelasan perasaan mereka seperti itu yang ditangkap otakku.

Selain itu sih, novel ini cantik banget. Serius. Kavernya itu gelap banget, di tiap bab ada judul-judul ceritanya yang dibuat se’artistik’ mungkin. Dan detail dari ruang klub sastra sendiri ngebuat aku ngiler sih. Coba aja punya ruang baca pribadi seperti itu, duh aku mau deh. Ah, ya, aku harus menyinggung ini. Cemilan-cemilan yang terdapat di novel benar-benar membuat aku ngiler sewaktu baca. Ahh, pengganggu yang manis.

Dan untuk ke-typo-an aku menemukan satu sih, tapi ya itu aku lupa di halaman berapa. *maafkan*

Dan kalau boleh jujur, tulisan untuk tiap judul cerpen bagus sih, tapi agak susah buat aku bacanya, hehe.

“Ada hal-hal yang tidak bisa dibicarakan justru karena sahabat.” (hal. 58)

Yah, tadgitdrateinya sih aku berpikir untuk memberi tiga bintang, tapi ending yang begitu mengejutkan membuatku menambahkan satu lagi bintang untuk novel kece ini.

 

Diikutkan dalam ‘Tantangan Membaca HARU 2015’
Diikutkan dalam Young Adult Challenge 2015
Diikutkan dalam TANTANGAN MEMBACA 2015: BUKU-BUKU “KARYA” DINI NOVITA SARI

 

Iklan

Penulis: andinarima

Penyuka Pink. Penyuka Buku. _Pink's Review_ http://myminilibrary.wordpress.com

2 thoughts on “[#6 Book Review] Girls In The Dark

  1. Ping-balik: [Wrap-up Post] Young Adult Reading Challenge 2015 | Pink's Review

  2. Ping-balik: [#61 Book Review] Holy Mother | Pink's Review

Your Opini?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s